Renungan harian 25 September 2012-”Ibuku dan saudara saudaraku ialah mereka yang mendengarkan sabda Allah dan melak­sanakannya.”

Selasa, 25 September 2012
Pekan Biasa XXV (H)
St. Nikolas dr Flue; St. Sergius dr Radonezh

Ams 21:1-6,10-13,
Mzm 119:1,27,30,34,35,44,
Luk 8:19-21
Bacaan Injil    : Luk. 8:19–21

Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak.  Orang memberitahukan kepada-Nya: ”Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau.” Tetapi Ia menjawab mereka: ”Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.”

Renungan
”Ibuku dan saudara saudaraku ialah mereka yang mendengarkan sabda Allah dan melak­sanakannya.” Lewat ungkapan ini Yesus mau memperluas relasi manusia yang sering dibatasi oleh hubungan darah, suku, maupun ras. Menjadi anggota dalam keluarga Allah bukannya berdasarkan hubungan darah, tetapi semua disatukan dalam ikatan sebagai pelaku sabda. Ini konsisten dengan tema yang diusung oleh Injil Lukas bahwa seseorang itu tidak bisa hanya menjadi pendengar sabda saja, tetapi juga pelaku sabda (bdk. Luk. 6:47–49; 8:15). Yesus bukannya tidak menghargai Maria sebagai ibu yang melahirkan Dia, tetapi malah memuji teladan kehidupan Maria yang pertama-tama menjadi anggota keluarga Allah karena Dia mendengar, merenungkannya dalam hati, dan melakukannya (bdk. Luk. 1:38,45; 11:28).

Kita tentu tidak meragukan cinta Yesus bagi Maria ibu-Nya. Di salib, Yesus mengetahui bahwa ibu-Nya ditinggalkan sendirian, maka Dia menyerahkan ibu-Nya kepada murid yang dicintai-Nya (bdk. Yoh. 19:25–27). Dengan kata-kata ini, Yesus sama sekali tidak mengingkari pentingnya perasaan kekeluargaan, namun Dia mengajak kita semua untuk menjadi anggota dalam keluarga besar Allah dengan melakukan apa yang diperintahkan-Nya.

Doa: Tuhan Allahku, jadikanlah aku pelaku sabda-Mu agar aku layak menjadi anggota keluarga kudus-Mu. Amin.

Sumber : Ziarah batin 2012

Advertisements
%d bloggers like this: