Renungan harian 19 September 2012-”Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini?”

 

Rabu, 19 September 2012
Pekan Biasa XXIV (H)
St. Yanuarius; St. Theodorus; Sta. Emilia de Rodat;
St. Fransiskus Maria dr Camporosso; SP Maria la Salette

 

1Kor 12:31-13:13,
Mzm 33:2-3,4-5,12,22,
Luk 7:31-35
Bacaan Injil : Luk. 7:31–35

K ata Yesus: ”Dengan apakah akan Ku­umpama­kan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis.
Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.”

Renungan
”Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini?” Yesus mungkin bingung dengan orang-orang Farisi dan para Ahli Taurat. Apa yang mereka inginkan? Waktu Yohanes datang menyerukan pertobatan dan pembaptisan, mereka mencap dia sebagai kerasukan setan karena dia berpuasa. Waktu Yesus datang juga mereka menganggap-Nya sebagai peminum dan suka bergaul dengan orang-orang berdosa. Sebenarnya, mereka membenci kedua nabi besar ini bukan karena gaya hidup mereka, tetapi karena kedua nabi besar ini memberitakan kebenaran dan mengatakan kebenaran tentang kemunafikan mereka. Mereka pun berusaha menyebarkan gosip yang tidak baik tentang kedua nabi ini. Bagi Yesus itu tidak masalah, karena Dia yakin bahwa hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.
Biasanya kalau kita tidak suka sama orang, apa pun yang dilakukan orang itu tidak ada yang benar di mata kita. Kita selalu mencari alasan untuk melecehkan dan mengkritik apa yang mereka lakukan. Sikap seperti ini justru menjebak diri kita sendiri ke dalam dosa karena kita menolak kebenaran yang terungkap dalam diri orang yang tidak kita senangi itu. Menolak kebenaran berarti menolak Yesus Sang Kebenaran itu sendiri. Yesus hari ini menguatkan kita untuk tidak berhenti melakukan kebaikan dan menyuarakan kebenaran, walau menyakitkan orang lain, sebab kita yakin bahwa ”hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.” Kebenaran akan terungkap dan menang.
Tuhan, ajarlah aku untuk setia membagi hikmat dan kebaikan walau itu sangat sulit untuk dilakukan. Amin.

Sumber : Ziarah batin 2012

 

Advertisements
%d bloggers like this: