Renungan harian 14 September 2012-”Anak manusia harus ditinggikan supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh kehidupan kekal.” Salib selalu menjadi simbol sengsara dan penderitaan. Namun, bagi kita yang percaya, salib adalah sekaligus menjadi lambang kemenangan.

Jumat, 14 September 2012
Pekan Biasa XXIII
Pesta Salib Suci (M)
St. Yohanes Gabriel Dufresse
Bacaan I : Bil. 21:4–9

 

Pesta Salib Suci

 

Bil 21:4-9, atau Flp 2:6-11,
Mzm 78:1-2,34-35,36-37,38,
Yoh 3:13-17
Bacaan Injil : Yoh. 3:13–17

”Tidak ada seorang pun yang telah naik ke Surga, selain dari pada Dia yang telah turun dari Surga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa mening­gikan ular di padang gurun, de­miki­an juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, me­lain­kan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.”

Renungan
”Anak manusia harus ditinggikan supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh kehidupan kekal.” Salib selalu menjadi simbol sengsara dan penderitaan. Namun, bagi kita yang percaya, salib adalah sekaligus menjadi lambang kemenangan. Kemenangan kasih atas kebencian, kemenangan hidup atas maut. Salib bukanlah kata akhir dalam perjalanan rohani kita.Kita harus melihatnya sebagai lambang harapan dan keberanian. Salib mungkin merupakan pengalaman tragis dan traumatis bagi seorang Putra Allah, namun itu juga menjadi kisah kekuatan dan kesembuhan bagi kita semua. Salib adalah kisah iman bahwa kita bisa melampaui kejahatan dan kekejian dunia ini. Salib adalah kisah kasih dan pengorbanan. Tiada kasih tanpa pengorbanan, dan salib adalah bahasa utama dari kasih itu.
Pada Pesta Salib Suci hari ini, kita bisa meluangkan waktu sebentar untuk menatap dan memandang salib Krsitus. Di sanalah seluruh kisah cinta Allah dibahasakan bagi kita. Betapa tidak, Yesus memilih untuk menebus kita lewat kurban Salib-Nya, saat kita dalam keadaan dosa.Begitu besar kasih pengampunan Tuhan tertuang dalam kisah salib. Mari kita merenungkannya sekali lagi dan menimba kekuatan dari Salib Kristus sendiri.
Tuhan, sungguh besar cinta-Mu bagiku. Berilah aku keberanian untuk memandang sa­lib-Mu dan semoga dengan salib suci-Mu, Engkau menyucikan aku yang hina ini. Amin.

Sumber : Ziarah batin 2012

Advertisements
%d bloggers like this: