Renungan harian 12 September 2012-Kehidupan yang terberkati adalah kehidupan dimana Tuhan adalah dia atas segalanya. Dalam susah maupun senang Tuhan selalu dikenang dan dimuliakan

Pekan Biasa XXIII (H)
Nama Maria yang Tersuci; St. Guido Anderlecht;
St. Petrus Tarentasiensis; B. Maria dr Yesus

1Kor 7:25-31,
Mzm 45:11-12,14-15,16-17,
Luk 6:20-26

Bacaan Injil : Luk. 6:20–26

Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: ”Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa. Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat. Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di Surga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi. Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu. Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis. Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu.”

Renungan
Orang Yahudi mengimani bahwa kekayaan dilihat sebagai kehidupan yang diberkati Allah (Mzm. 128:1–2; Yes. 3:10). Sebaliknya, kesengsaraan sering dilihat sebagai sebuah kutukan dari Tuhan. Tuhan Yesus justru mewartakan bahwa berbahagialah kamu yang miskin, kelaparan, yang menangis dan bersedih. Apakah Yesus mengutuk kekayaan? Kesenangan? Tentu tidak.Kekayaan adalah juga tanda berkat dari Tuhan. Namun adalah suatu realita kehidupan ini bahwa kita sering lupa Tuhan kalau kita hidup mewah dan serba ada.
Adam hidup dalam dunia yang sempurna di Taman Firdaus, dia memiliki segala yang dia butuhkan, namun dia tidak taat kepada Allah (Kej. 3). Noah yang selamat dari air bah dan dunia seluruhnya menjadi miliknya, tetapi dia mempermalukan dirinya dengan mabuk di kemahnya (Kej. 9). Raja Daud diberkati dengan kesuksesan dan kemakmuran di seluruh kerajaannya, namun dia berselingkuh dengan Betsheba dan membunuh Uria suaminya (2Sam. 11). Makanya kita selalu diingatkan, ”ketika kamu makan dengan secukupnya, berhati hatilah supaya tidak lupa Tuhan” (Ul. 6:11–12). Kehidupan yang terberkati adalah kehidupan dimana Tuhan adalah dia atas segalanya. Dalam susah maupun senang Tuhan selalu dikenang dan dimuliakan.
Tuhan, janganlah biarkan aku terlena dan melupakan Dikau. Amin.

Sumber : Ziarah batin 2012

Advertisements
%d bloggers like this: