Renungan harian 10 September 2012-Karya agung Tuhan pun tidak dibatasi waktu

Senin, 10 September 2012
Pekan Biasa XXIII (H)
St. Theodardus; St. Nikolaus Tolentino;
B. Oglerius; Fransiskus Garate

1Kor 5:1-8,
Mzm 5:5-6,7,12,
Luk 6:6-11
Bacaan Injil : Luk. 6:6–11

Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanan­nya. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia me­nyem­buhkan orang pada hari Sabat, supaya me­reka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia. Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: ”Bangunlah dan berdirilah di tengah!” Maka bangunlah orang itu dan berdiri. Lalu Yesus berkata kepada mereka: ”Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?” Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: ”Ulurkanlah tanganmu!” Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya. Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.

Renungan
Yesus sebagai Anak Allah adalah Tuhan atas hari Sabat. Dalam dan bagi Tuhan, tidak ada waktu yang terbagi-bagi, hanya ada kekekalan. Karya agung Tuhan pun tidak dibatasi waktu.Ketika orang Farisi dan para Ahli Taurat mengamati Yesus apakah Dia menyembuhkan di hari Sabat, Yesus sudah mengetahui maksud mereka. Tetapi, Yesus tidak takut terhadap mereka malah menantang mereka dengan memanggil orang yang sakit tangannya itu untuk berdiri dan maju agar Dia menyembuhkannya. Lalu Yesus bertanya kepada mereka, ”Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat?” Pertanyaan ini hendak menggugat pengertian lama yang mereka anut tentang hari Sabat.
Hari Sabat memang merupakan hari untuk beristirahat. Tetapi, bagi Yesus, beristirahat untuk berbuat baik adalah sesuatu yang salah. Kita justru berbuat jahat bila melewatkan kesempatan untuk berbuat baik dan menyelamatkan orang lain. Dalam ketegangan itu, Yesus mengajarkan kita bahwa tidak ada waktu yang bisa membatasi kita untuk melakukan perbuatan yang baik. Sebagaimana Allah yang adalah Tuhan dari waktu melakukan karya agung-Nya melampaui batas waktu yang ditentukan manusia, demikianpun kita anak-anak-Nya, hendaknya tiada henti melakukan kebaikan dalam segala waktu dan tempat.
Tuhan Yesus, bukalah pikiran dan hatiku agar tidak terbelenggu oleh peraturan yang ada dalam melakukan amal baik bagi sesamaku yang membutuhkannya. Amin.

Sumber : Ziarah batin 2012

Advertisements
%d bloggers like this: