Renungan harian 6 September 2012-”Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”

Kamis, 6 September 2012
Pekan Biasa XXII (H)
St. Thomas Tzugi

 

1Kor 3:18-23,
Mzm 24:1-2,3-4ab,5-6,
Luk 5:1-11
Bacaan Injil : Luk. 5:1–11

Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan meng­ajar orang banyak dari atas perahu. Se­te­lah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: ”Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Simon menjawab: ”Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: ”Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.” Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: ”Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

Renungan
Pada kesempatan mengajar banyak orang di tepi pantai Danau Genesaret, Yesus naik di salah satu perahu yang ada di situ. Perahu itu milik Simon. Setelah mengajar, Yesus menyuruh Simon untuk menebar jala lebih jauh ke dalam. Simon yang seharian hidup sebagai nelayan mengetahui kapan waktu yang baik untuk menangkap ikan. Ketika Yesus menyuruh dia untuk bertolak ke tempat yang dalam menebarkan jalanya, Simon mengoceh: ”Guru, sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa.” Tetapi, karena taatnya kepada seorang guru, dia pun menebarkan jalanya ke tempat yang lebih dalam. Mereka pun menangkap banyak ikan. Kuasa Tuhan menjadi nyata bahkan ketika segala usaha kita tidak mendapat hasil. Peristiwa itu membuahkan iman dan kisah hidup baru bagi Simon dan sahabat-sahabatnya. Mereka pun meninggalkan segala-galanya dan mengikuti Yesus. Simon Petrus kemudian dipercayakan Yesus menjadi pemimpin Gereja-Nya. Perahu Simon menjadi lambang Gereja yang akan penuh dengan hasil tangkapan, yakni umat Tuhan. Dan Tuhan tak pernah meninggalkan Gereja-Nya dalam penziarahannya di dunia ini.

Tuhan Allahku, engkau tidak pernah meninggalkan Gereja-Mu dalam penziarahannya di dunia ini. Kuasa-Mu selalu nyata dalam suka dan duka kehidupanku. Terpujilah Dikau kini dan sepanjang masa. Amin.

Sumber : Ziarah Batin 2012

Advertisements
%d bloggers like this: