Renungan harian 3 September 2012- Untuk apa kita di utus ?

Senin, 3 September 2013
Pekan Biasa XXII

Pw St. Gregorius Agung, Paus PujG. (P)

 

1Kor 2:1-5,
Mzm 119: 97,98,99,100,101,102,
Luk 4:16-30
Bacaan Injil : Luk. 4:16–30

Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu ber­diri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: ”Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

Kemudian Ia menutup kitab itu, mem­berikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: ”Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: ”Bukankah Ia ini anak Yusuf?” Maka berkatalah Ia kepada mereka: ”Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!” Dan kata-Nya lagi: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.”
(Bacaan selengkapnya lihat Alkitab. Luk 4:16-30…)

Renungan
Yesus menggunakan kutipan dari Nabi Yesaya untuk menyatakan tujuan Dia diutus dan kepada siapa Dia diutus. Yesus tidak datang ke dunia untuk mendirikan agama baru. Dia pun tidak datang ke dunia untuk membangun Gereja. Dalam terang Roh Kudus, Dia mengutarakan misi-Nya. Bahwa Dia diutus untuk mewartakan kabar sukacita pembebasan kepada mereka yang tertindas, mereka yang terbuang dan terbelenggu; Dia diutus untuk menyembuhkan mereka yang sakit, menderita dan buta.

Sebagai murid Kristus, kita selayaknya bermenung dan bertanya diri, untuk apa kita diutus Tuhan. Bukankah untuk mengambil bagian dalam misi Kristus? Di tengah kemapanan hidup keagamaan kita, sejauh manakah kita sungguh mengambil bagian dalam misi Kristus dengan mengambil langkah konkret mendekatkan diri kepada mereka yang tertindas, yang terbuang, sakit dan menderita? Terkadang kita malah lebih mementingkan mengikuti pertemuan di gereja sambil menutup mata akan mereka yang menderita di sekitar kita. Begitu banyak kesempatan terlewatkan dimana kita bisa hadir di tengah saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan kita.

Doa: Ya Allah, tuntunlah aku supaya aku sungguh mengambil bagian dalam misi Kristus Putra-Mu, dengan membantu mereka yang tertindas dan menderita di sekitarku. Amin.

Advertisements
%d bloggers like this: