Renungan harian 1 September 2012- Hal Kerajaan Surga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-ham­banya dan mempercayakan hartanya ke­pada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat

Sabtu, 1 September 2013
Pekan Biasa XXI (H)

St. Pedro Armengol; Sta. Verena;
Ruth; Sta. Maria Margaretha Redi

Bacaan I: 1Kor. 1:26–31
Mazmur : 33:12–13.18–19.20–21; R: 12
Bacaan Injil : Mat. 25:14–30

”Sebab hal Kerajaan Surga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-ham­banya dan mempercayakan hartanya ke­pada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.

Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?

Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.

Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”

 

Renungan
Perumpamaan talenta mengingatkan kita bahwa segala yang kita miliki—pengetahuan, keterampilan, bakat maupun waktu dan hidup itu sendiri—adalah pemberian Tuhan. Kita bukan pemilik dari semuanya itu, tetapi hanyalah pemelihara yang dipercayakan Tuhan. Setiap hadiah dan pemberian pasti akan membahagiakan dan membanggakan sang pemberi kalau hadiah itu digunakan atau dipakai.

Tuhan pasti bangga dan senang kalau kita menggunakan hadiah yang Dia berikan, bukan demi kepentingan diri sendiri, tetapi demi kepentingan bersama dan kemuliaan Tuhan. Jadi, bukan soal banyak dan sedikitnya talenta yang kita miliki, tetapi bagaimana kita menggunakan talenta yang diberikan kepada kita. Setiap kita diberikan talenta sesuai dengan rencana Allah dalam hidup kita dan talenta yang diberikan itu sesuai dengan kemampuan kita untuk memelihara dan menjaganya agar berguna untuk hidup dan tidak disalahgunakan.

Doa: Tuhan, terima kasih atas pemberian-Mu dalam hidupku. Biarlah semuanya aku gunakan demi kemuliaan nama-Mu dan kesejahteraan umat-Mu. Amin.

Sumber : Ziarah batin 2012

Advertisements
%d bloggers like this: