Renungan harian 28 Agustus 2012- Hidup beriman yang baik tidak sebatas pada ketertiban dan keteraturan dalam menjalankan doa dan perayaan peribadatan, melainkan juga disertai cara hidup dan sikap moral yang baik

Selasa, 28 Agustus 2012
Pekan Biasa XXI
Pw St. Agustinus, UskPujG. (P)
St. Hermes

 

2Tes 2:1-3a,13b-17,
Mzm 96:10,11-12a,12b-13,
Mat 23:23-26
Bacaan Injil : Mat. 23:23–26

”Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab perse­puluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hu­kum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab ca­wan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh ram­pas­an dan kerakusan. Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam ca­wan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.”

Renungan
Taat dan tertib dalam menjalankan aturan-aturan itu memang penting. Namun, yang lebih penting adalah hal itu dilakukan bukan sekadar untuk mengabdi peraturan, apalagi supaya dilihat dan mendapatkan pujian, melainkan didasarkan pada kesadaran untuk kebaikan bersama. Jika kesadaran yang demikian menjadi landasannya, maka entah dilihat atau tidak dilihat orang, aturan tetap dijalankan, serta tidak akan mencari kesempatan melanggar peraturan demi kepentingan diri sendiri. Aturan harus dijalankan dengan segenap hati, bukan sekadar basa-basi dan demi mendapatkan pujian dan keuntungan pribadi.
Yesus melihat para ahli Taurat dan orang-orang Farisi mempunyai motif demi keuntungan pribadi di balik ketertiban dalam menjalankan aturan-aturan yang ada, yakni supaya dilihat orang, mendapatkan pujian, bahkan hanya sekadar mengelabui banyak orang. Di balik ketertiban dalam menjalankan aturan beribadah, ternyata ada perilaku-perilaku yang bertentangan dengan kebaikan dan kebenaran. Peringatan Yesus kepada para ahli Taurat dan orang-orang Farisi, kiranya menjadi kewaspadaan untuk kita juga. Kita tidak ingin terjebak dalam sikap seperti para ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Hidup beriman yang baik tidak sebatas pada ketertiban dan keteraturan dalam menjalankan doa dan perayaan peribadatan, melainkan juga disertai cara hidup dan sikap moral yang baik.
Ya Bapa, harapan dan kerinduanku adalah mengikuti Yesus Putra-Mu dengan segenap hati, pikiran dan kekuatan yang aku miliki. Tetapi, aku menyadari, karena keterbatasan dan kelemahanku, aku sering terjebak pada kedangkalan dan egoisme pribadi. Aku mohon, anugerahilah aku kekuatan Roh Kudus-Mu agar aku setia dan sepenuh hati menjalankan kehendak-Mu. Amin.

Sumber : Ziarah batin 2012

Advertisements
%d bloggers like this: