Renungan harian 27 Agustus 2012-Waspadalah terha­dap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu de­­ngan menyamar seperti domba, tetapi se­sung­guhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

Senin, 27 Agustus 2012
Pekan Biasa XXI

Pw Sta. Monika (P)
Sta. Emma; St. Cyrilus dr Alexandria

 

2Tes 1:1-5,11b-12,
Mzm 96:1-2a,2b-3,4-5,
Luk 7:11-17
Bacaan Injil : Luk. 7:11–17

”Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di Surga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.

Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya. Waspadalah terha­dap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu de­­ngan menyamar seperti domba, tetapi se­sung­guhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.”

Renungan
Paulus, Silvanus dan Timotius, dalam Bacaan I, menyampaikan salam yang menyejukkan dan mene­guhkan bagi jemaatnya: ”Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kalian”. Salam ini tampak bukan hanya sekadar ung­kapan te­gur sapa, apalagi sekadar ungkapan basi-basi, tetapi mengandung berkat dari pemberi kepada pene­rimanya. Paulus, Silvanus dan Timotius adalah tokoh/pemimpin jemaat yang sungguh-sung­guh dekat dan mencintai jemaatnya. Salam inilah yang kita dengar dan kita terima setiap kali mengawali ibadat atau perayaan Ekaristi yang disampaikan oleh pemimpin ibadat atau perayaan.

Namun, Yesus tetap mengingatkan kita untuk selalu waspada terhadap bentuk-bentuk kemunafikan. Banyak orang datang dengan menawarkan kedamaian, menjanjikan perubahan hidup yang lebih sejahtera, namun ternyata mereka bagai serigala berbulu domba, hendak merenggut hak dan kebebasan kita demi tujuan pribadi mereka. Mulut mereka manis, tetapi hati mereka getir oleh banyak perhitungan untung-rugi. Situasi seperti ini justru semakin marak terjadi ketika kita sedang merayakan pesta demokrasi yang menjadi kebanggaan kita. Yesus meminta kita untuk menyelidiki terlebih dahulu sebelum memutuskan pilihan apa pun. Rumusnya sederhana: Dari buahnyalah kita mengenal mereka.

Ya Bapa yang mahabaik, berkatilah aku selalu dengan damai dan kasih sayang-Mu. Mampukanlah aku untuk bertindak bijak di hadapan berbagai bentuk kemunafikan yang hendak merenggut kasih dan kedamaian dalam diriku. Amin.

Sumber : Ziarah batin 2012

Advertisements
%d bloggers like this: