Renungan harian 16 Agustus 2012-Sebagaimana Allah murah hati dan selalu mau mengampuni atas kesalahan dan dosa kita, begitu juga kita hendaknya murah hati untuk mengampuni

 

Kamis, 16 Agustus 2013
Pekan Biasa XiX (H)
St. Benediktus Yoseph Labre;
St. Stefanus dr Hungaria

 

Yeh. 12:1-12;
Mzm. 78:56-57,58-59,61-62;
Mat. 18:21 – 19:1
Bacaan Injil : Mat. 18:21–19:1

Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: ”Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: ”Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Sebab hal Kerajaan Surga seumpama se­orang raja yang hendak mengadakan per­hitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadap­kanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual be­serta anak isterinya dan segala miliknya un­­tuk pembayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahu­lu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu ter­geraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. (Bacaan selengkapnya lihat Alkitab Mat. 18:21 – 19:1….)

Renungan
Petrus mendapatkan jawaban dari Yesus atas pertanyaannya bahwa harus mengampuni tujuh puluh kali tujuh kali. Bagi Petrus, menghitung secara spontan tujuh puluh kali tujuh kali bukanlah hal yang mudah. Maka, jawaban Yesus mengandung makna bahwa mengampuni saudara atau orang lain tak perlu dibatasi dengan jumlah dan hitungan, melainkan harus selalu diberikan. Prinsipnya adalah sebagaimana Allah murah hati dan selalu mau mengampuni atas kesalahan dan dosa kita, begitu juga kita hendaknya murah hati untuk mengampuni.
Menaruh dendam dan tidak mau mengampuni orang yang bersalah kepada kita tidak menambah apa-apa dalam kehidupan kita, justru hanya akan merongrong kita dari dalam, dan bahkan dapat memunculkan persoalan baru. Namun, rela mengampuni bukan hanya membuat diri menjadi lebih tenang dan nyaman, tetapi juga akan memutuskan mata rantai permusuhan dan kekerasan yang sering kali membuat diri kita dan orang lain semakin menderita.
Ya Allah, terima kasih atas pengampunan-Mu. Jadikanlan aku juga orang yang murah hati dan rela mengampuni kesalahan orang lain yang bersalah kepadaku. Amin.

Sumber : Ziarah batin 2012

Advertisements
%d bloggers like this: