Renungan harian 2 Agustus 2012-hal Kerajaan Surga itu seumpama pukat yang dilabuh-kan di laut, lalu mengumpulkan ber¬bagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang

Kamis, 2 Agustus 2012
Pekan Biasa XVII (H)
St. Eusebius Vercelli; B. Petrus Feber;
St. Petrus Yulianus Eymard

 

Yer 18:1-6,
Mzm 146:2abc,2d-4,5-6,
Mat 13:47-53

Baca Injil: Mat 13:47-53

”Demikian pula hal Kerajaan Surga itu seumpama pukat yang dilabuh-kan di laut, lalu mengumpulkan ber­bagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Mengertikah kamu semuanya itu?” Mereka menjawab: ”Ya, kami mengerti.” Maka berkatalah Yesus kepada mereka: ”Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Surga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.” Setelah Yesus selesai menceritakan perumpamaan-perumpamaan itu, Ia pun pergi dari situ.

Renungan
Kepada Bangsa Israel, Tuhan menyatakan diri sebagai Allah yang komit dan setia dalam membentuk dan membimbing umat-Nya, melebihi kesetiaan dan komitmen tukang priuk dalam pekerjaannya. Sikap Tuhan yang demikian ada sejak dulu, sekarang, dan selama-lamanya. Kesadaran akan kebaikan Allah yang demikian harus selalu ada dalam hidup kita. Kesadaran akan kesetiaan dan kebaikan Tuhan kepada kita harus menjadi pendorong yang kuat dari diri kita untuk semakin percaya dan setia kepada-Nya.
Kepercayaan dan kesetiaan kepada Tuhan merupakan jalan yang lebar menuju Kerajaan Surga. Memang keselamatan manusia terutama karena cinta dan belas kasih Tuhan. Namun, kesetiaan dan kepercayaan serta hidup baik di hadapan-Nya menjadikan kita semakin pantas untuk berharap dan berkeyakinan dipilih oleh Tuhan untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga dan bukan sebaliknya dibuang dari hadapan-Nya. Bagaimana kepercayaan dan kesetiaan kita kepada Tuhan saat ini?
Allah yang setia dan penuh belas kasihan, semoga berkat-Mu aku nikmati sehingga memampukan aku untuk semakin setia dan percaya kepada-Mu, dan karenanya aku akan beroleh keselamatan. Amin.

Sumber ; Ziarah batin 2012

Advertisements
%d bloggers like this: