Renungan harian 28 Juli 2012-Sering kali kebaikan yang tampak ternyata hanyalah kejahatan terselubung. Namun, dari buahnya kita bisa membedakan keduanya.

Sabtu, 28 Juli 2012
Pekan Biasa XVI (H)
St. Nasarius dan Selsus;
St. Viktor dan Innosensius

 

Yer 3:14-17,
MT Yer 31:10,11-12ab,13,
Mat 13:18-23
Bacaan Injil : Mat. 13:24–30

Yesus membentangkan suatu perum­pa­ma­an lain lagi kepada mereka, kata-Nya: ”Hal Kerajaan Surga itu se­um­pama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tum­buh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut terca­but pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biar­kan­lah keduanya tumbuh bersama sampai wak­tu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.”

Renungan
Seorang anak kecil memprotes sikap dan tindakan gurunya yang tidak sesuai dengan apa yang diajarkannya sendiri. Guru itu mengajar tentang ilmu dan kebaikan-kebaikan, tetapi ketika temannya tidak bisa menjawab pertanyaannya dengan benar, guru itu berkata kasar dan menampar murid itu. Dengan berani anak itu memandangi gurunya tanpa berkedip, seolah anak itu menantang kelakuan guru itu. Tindakan itu mencerminkan bahwa gurunya tidak konsisten dengan apa yang ia ajarkan kepada muridnya.
Kejahatan dan kebaikan memang berjalan seiring. Ketika orang hanya bertahan dalam kejahatan, ia akan menuai hasil yang tidak baik. Ketika ia bertahan dalam kebaikan, ia akan menuai kebaikan juga. Kejahatan bagaikan ilalang yang tumbuh di antara gandum. Sang empunya ladang gandum tidak menginginkan kehadirannya dan ia mempunyai wewenang untuk menyingkirkan ilalang itu. Namun, terkadang tidak mudah mencabut ilalang di antara gandum karena rupa dan bentuknya hampir mirip. Demikianlah kejahatan dan kebaikan saat ini hampir sulit dibedakan, apalagi banyak di antara kita yang suka bermain di ranah abu-abu. Maka sering kali kebaikan yang tampak ternyata hanyalah kejahatan terselubung. Namun, dari buahnya kita bisa membedakan keduanya.
Tuhan, jadikanlah aku tanaman gandum yang kuat di tengah-tengah himpitan ila­lang, agar aku tetap menampakkan jati diriku melalui buah-buah kebaikan yang berasal dari diriku. Amin.

Sumber : ziarah Batin 2012

Advertisements
%d bloggers like this: