Renungan 13 Juli 2012-“Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala”

Jumat, 12 Juli 2012
Pekan Biasa XIV (H)

Teresia Yesus dr Andes

Hos 14:2-10,
Mzm 51:3-4,8-9,12-13,14,17,
Mat 10:16-23
Bacaan Injil : Mat. 10:16-23

Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.

Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.

Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.

Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.

Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.

Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.

Renungan

Apa yang dimaksudkan Yesus ketika ia mengatakan murid-muridnya harus  menjadi domba di tengah-tengah serigala?

Yesus   memberitahu para murid-Nya apa yang mereka mungkin mereka  alami   jika mereka mengikutinya.

Ketika Yesus mengingatkan  dari pengalamannya sendiri.

Yesus dibenci, dikhianati dan dihukum  mati karena kesaksiannya. Namun, tidak ada satu saat pun  ia mengalihkan  pandangan dari kasih  Bapa.

Apabila kita sebagai para murid  yang   Tuhan perbuat  untuk membantu kita  meliwati masa sulit tersebut ?

Kita  memiliki Roh Kudus berdiam dalam diri kita dan mampu membimbing dan menguatkan kita dalam segala situasi.

Roh Kudus yang  berdiam  dalam hati mencurahkan kasih yang sama dari Allah ke dalam hati kita dan memberi kita kepercayaan diri dalam menghadapi tentangan.

Roma 5:1-5.

Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.
Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.
Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

kuasa Roh Kudus yang tinggal dalam kita melalui baptisan. Dia mengasihi dan  memperkuat kita  saat kita melangkah keluar dengan  taat dan  setia.

“Roh Kudus, aku   percayakan diri ku  dalam perlindungan Mu. Beri aku keyakinan untuk  setia memberitakan Injil      dan  kesaksian   tentang Kristus dalam segala situasi. ”

Sumber :http://wau.org/meditations/2003/07/11

About these ads
%d bloggers like this: