Renungan harian 9 Juli 2012-” Imanmu telah menyelamatkan engkau “

Senin, 9 Juli 2012

Agustinus Zhao Rong

Hos 2:13,14b-15,18-19,
Mzm 145:2-3,4-5,6-7,8-9,
Mat 9:18-26
Bacaan Injil : Mat 9:18-26

Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.”

Lalu Yesus pun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.

Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.

Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”

Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.

Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut,

berkatalah Ia: “Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.” Tetapi mereka menertawakan Dia.

Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu.

Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

Renungan
Imanmu sudah menyembuhkan engkau. (Matius 9:22) ini selalu menjadi pernyataan yang sulit dipahami – terutama jika kita telah berdoa namun belum sembuh. “Apakah Tuhan marah padaku? Apakah ada dosa yang tidak diakui yang menghalangi  kesembuhan ku ? Atau mungkin iman saya saja tidak cukup kuat “Walaupun ada tertulis  dalam Alkitab dimana Yesus mengatakan bahwa iman seseorang telah menyembuhkannya, ada juga saat-saat ketika Yesus menyembuhkan dalam situasi keraguan, kekecewaan, dan ketidak percayaan (lihat,. Misalnya, Yohanes 5:1-9 dan Lukas 9:37-43). Ada saat-saat lain ketika Yesus secara khusus menolak gagasan bahwa penderitaan seseorang merupakan akibat langsung dari dosa-dosa mereka (Yohanes 9:2-3, Lukas 13:2).

Adalah sangat penting bahwa mereka yang telah menderita  sakit lama tidak   menyalahkan diri sendiri dan kehilangan harapan mereka pada Allah.

Jadi apa yang dapat kita katakan tentang fakta bahwa beberapa yang sakit sembuh, dan yang lain tidak?

Pertama, kita dapat mengatakan dengan penuh keyakinan  bahwa Bapa   di surga adalah  penyayang dan penuh kasih, dan “TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya “(Mazmur 34:18).

Kedua, kita sadar   bahwa kita benar-benar tidak tahu mengapa Tuhan meminta sebagian dari kita untuk membawa salib penderitaan selama periode tertentu dari kehidupan kita.

Ketiga, Pada banyak orang yang belum sembuh dari sakit fisik  dapat menerima kesembuhan batin yang luar biasa selama masa percobaan. Luka masa lalu, kenangan yang menyakitkan, hubungan yang rusak, dan pola-pola dosa  lama telah secara ajaib sembuh.

Kesaksian dari mereka yang menderita sakit , jauh sebelum mereka meninggal sering mengemukakan  kesembuhan batin tersebut baik untuk diri mereka sendiri dan seluruh keluarga mereka.

Tuhan menginginkan  kita tahu bahwa kesembuhan tersebut   adalah bukti kasih  Allah dan perhatian  atas  masing-masing dari  setiap anak,  baik mereka yang sembuh dari sakit   dan mereka yang tidak.

Sumber :The Word Among Us , Catholic Devotional Magazine

http://wau.org/meditations/2004/07/05**

Advertisements
%d bloggers like this: