Renungan Minggu 13 mei 2012-Dengan kebangkitan-Nya, Kristus menunjukkan cara hidup yang benar itu mencintai,kita berpedoman pada cinta kasih yang diajarkan dan diperintahkan Kristus untuk kita laksanakan

img 2461 romo suto

Dengan kebangkitan-Nya, Kristus menunjukkan cara hidup yang benar itu mencintai.

Tanpa membeda-bedakan Allah mencurahkan Roh Kudus, Sang Cinta Kasih Allah, kepada setiap orang yang takut akan Allah dan mengamalkan kebenaran, karena itulah yang sesuai perkenanan Allah (Bacaan pertama, Kis.10:25-26, 34-35, 44-48). Sebab setiap orang yang menaruh cinta kasih lahir dari Allah dan mengenal Allah, karena menaruh cinta itu menempatkan Allah, yang mencintai kita dengan mengutus Putera-Nya menebus hidup kita yang tercemar dosa (Bacaan kedua, 1Yoh.4:7-10). Sebagaimana sabda Kristus sendiri, agar kita tinggal dalam kasih-Nya dengan menuruti perintah-Nya, seperti Kristus tinggal dalam kasih Bapa dengan menuruti perintah-Nya menyerahkan nyawa-Nya bagi kita karena cinta-Nya pada kita (Bacaan Injil, Yoh.15:9-17).

Allah adalah Pribadi yang maha sempurna, yang menghidupi hidup-Nya yang sempurna dengan dan dalam cinta yang sempurna pula. Begitu pula manusia sebagai gambar Allah, adalah pribadi yang secara bebas menghidupi hidupnya dengan dan dalam cinta kasih.

Pesan yang disampaikan perayaan Ekaristi Minggu Paska ke-6 ini mengingatkan kita, bahwa hanya perbuatan dan perilaku yang merupakan tanda cinta adalah perbuatan dan perilaku yang membangun kemanusiaan. Perbuatan dan perilaku yang bukan tanda cinta kasih itu perbuatan dan perilaku yang tidak membangun kemanusiaan atau bahkan tidak manusiawi bila dilakukan dengan sadar.

“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: hendaklah kamu saling menaruh cinta kasih”.

Yang menciptakan manusia itu Allah. Maka ada dan hidup manusia direncanakan dan dikehendaki Allah, sekalipun manusia diciptakan sebagai pribadi yang berdaulat. Itulah sebabnya manusia hanya akan semakin merdeka, bila manusia semakin erat menyatu dengan Allah dan itu berarti semakin menaruh cinta kasih. Rencana dan ketetapan Allah bagi manusia ialah agar manusia berkembang sebagai manusia, bukan sebagai yang lain, baik itu sebagai malaekat ataupun sebagai hewan. “Allah telah menyatakan cinta kasih-Nya kepada kita, dengan mengutus Putera-Nya yang tunggal ke dunia, supaya kita hidup oleh-Nya”.

Manusia adalah ungkapan cinta kasih Allah dan sebagai pribadi manusia secara bebas harus mewujudkan diri sebagai ungkapan cinta kasih Allah. Siapa pun menaruh cinta kasih, mewujudkan diri sebagai manusia, sebagai ungkapan cinta kasih Allah. Karena itu dikatakan setiap orang yang menaruh cinta kasih lahir dari Allah, adalah orang yang mengenal Allah, yang tinggal dalam cinta kasih Allah. “Ketika Petrus sedang berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu……. Lalu kata Petrus: Bolehkan orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?”.       

Cinta kasih Allah bukanlah monopoli orang atau kelompok orang tertentu. Allah mau menyelamatkan semua orang, maka karya penebusan Kristus juga berlaku bagi semua orang, yang mau mendengarkan perintah-Nya dan melaksanakannya.

Yang perlu diperhatikan disini ialah, bahwa manusia mempunyai pengertian sendiri tentang cinta, yang sedikit banyak tercampur dengan nafsu. Misalnya, banyak orang menganggap bahwa cinta itu buta. Cinta menurut ajaran Kristus, cinta itu harus ‘melek’; atau orang menganggap cemburu itu karena cinta. Cinta itu kasih (memberi), nafsulah yang mau menguasai atau memiliki. Cemburu itu muncul karena merasa miliknya direbut (lh.1Kor.13:4). Hanya cinta kasih menurut ajaran Kristus, yang membangun kemanusiaan (lh. Mt.5:17-48).

Sadarkah kita bahwa untuk menjadi manusia, kita harus berpedoman pada cinta kasih yang diajarkan dan diperintahkan Kristus untuk kita laksanakan?

 

St. Sutopanitro, Pr

Advertisements
%d bloggers like this: