Luka Batin dan akar kepahitan -Root of bitterness

Saudara, apakah saudara mudah tersinggung ? sering menghakimi ? jangan –jangan saudara ada luka batin atau mengalami akar kepahitan. Joseph Masri pada kamis malam 12 januari dalam  Persekutuan Doa Karismatik Katolik St Yakobus di  Stasi Kim Tae Gon menyatakan -Banyak orang kehilangan damai sejahtera karena menjauhi kasih karunia Allah.

Renungan dibawakan oleh Bpk Joseph Masri dengan tema Root of Bitterness (= Akar Pahit)

dikutip dari bacaan Ibrani 12:15 yang berbunyi demikian :

Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah,agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhandan yang mencemarkan banyak orang.

Seperti yang kita ketahui bahwa Tuhan Yesus telah menganugerahkan kepada kita : Damai Sejahtera.

Yohanes 14:27)

IA mau agar setiap manusia hidupnya damai sejahtera namun Akibat  manusia mengalami banyak tekanan-tekanan hidup yang menggerogoti batinnya semakin lama semakin melukai hatinya sehingga tumbuh  “akar pahit”dalam hatinya.

“akar pahit” timbul dimulai dari ketidak-waspadaan kita menjaga hati kita ketika kekecewaan datang menghampiri kita, kemudian kita menyimpannya dalam hati dan tanpa kita sadari ternyata semakin lama semakin bertumbuhhingga menjadi luka batin dan jika tidak segera “diobati” selanjutnya akan menimbulkan “akar pahit” yang menguasi hatinya. Jika tidak segera dicabut “akar pahit” maka menimbulkan “kanker” yang meracuni hatinyadan akan menghalangi serta menghambat berkat-berkat yang Tuhan telah sediakan baginya.

Ciri-ciri orang yang mengalami luka batin yang menganga menjadi “akar pahit”, yaitu :

1.  Gampang naik darah dan tidak dapat mengontrol emosinya

2. Mudah tersinggung dan menarik diri dari pergaulan

3. Kata-katanya kasar dan cenderung memaki orang lain

4. Mudah menghakimi apa saja yang dilihatnya

5. Berusaha menutupi kelemahannya dengan menjaga image seakan-akan semuanya baik-baik saja

6. Cenderung mau mengatur dan mendominasi

7. Merasa dirinya paling benar

8. Ia lebih suka menjadi “pengamat” dan mencari kesalahan/kelemahan orang lain

9. dan masih banyak lagi lainnya

Apa dampak “akar pahit” ?  sedikitnya ada 2 hal yang ekstrim :

1. Cenderung menjadi trouble maker (=perusuh)

dimanapun ia berada, selalu ribut sama orang lain

dalam Firman dikatakan

“Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah,” (Ibrani 12:15)

agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

2. Selain merusak dirinya sendiri, ia juga membuat orang disekitarnya menjadi tidak nyaman dan tidak disukai banyak orang.

Pada umumnya “akar” letaknya dibawah tanah meskipun ada “akar” yang menjalar di permukaan tanah demikian juga “akar pahit”, secara phisik ia tidak kelihatan.

Ia rajin ke gereja bahkan ada yang menjadi pengurus gereja, pengurus kategorial, pengurus lingkungan pokoknya ia aktif dalam aktifitas pelayanan.  Tetapi dimanapun ia berada, orang lain menjadi gerah.

suaranya vokal, pendapatnya tidak boleh ditentang, dan jika ia memegang jabatan cenderung arogan mau menang sendiri.  Repotnya jika ia memiliki kelebihan intelektual, banyak koneksi dan

banyak harta, memegang banyak jabatan ternyata menyimpan “akar pahit” di masa kecil, dimasa lalu, atau dimasa sebelum ia meraih kesuksesan maka kita sebagai temannya harus banyak sabar dan

mendoakannya agar ia segera menyadari keadaan dirinya dan mau bertobat.

BAGAIMANA MENGATASI “AKAR PAHIT”

1.  Mencabut “akar pahit” dan mengampuni orang lain yang “melukai hatinya”

Tidak ada jalan lain kecuali, orang yang memendam “akar pahit” segera mencabut keluar dan membuangnya jauh-jauh “akar pahit” yang ada dalam hatinya.

“Sebab barangsiapa yang kamu ampuni kesalahannya, aku mengampuninya juga. Sebab jika aku mengampuni, —seandainya ada yang harus kuampuni—,makahal itu kubuat oleh karena kamu di hadapan Kristus,

supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.”(2 Korintus 2:10-11)

2. Tinggal di dalam Yesus

Setelah mengampuni orang lain, kembalilah segera ke jalan Tuhan dengan meninggalkan cara hidup yang lama yang banyak membuat kerusuhan bagi banyak orang.

“  Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak,sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa”. (Yohanes 15:5)

3. Tanggalkan “topeng-topeng” dan Miliki hati yang penuh kasih

“    Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat”.( Roma 12:9-10)

Dalam kesimpulannya Joseph menyatakan

Sudah saatnya membenahi diri kita dari segala macam kepahitan yang meracuni hati kita dan mengarahkan diri kita melakukan perbuatan baik yang banyak menolong orang lain

.”.. marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita” (. Ibrani 12:1b)

Jika ada seorang diantara kita yang lemah dan berbuat salah janganlah dipergunjingkan, dihakimi, apalagi dikucilkan.Janganlah saling menjatuhkan seorang dengan yang lain melainkan saling membantulah dan bangun persaudaraan yang erat sebab bagaimanapun kita ini bagian dari satu tubuh Kristus.

Hari sudah mulai senja,  apakah kita mau terus menerus diributkan oleh persoalan diri sendiri apakah masih saja menjadi “bayi-bayi rohani” yang senangnya “minum susu” dan tidak mau menyantap

“makanan keras” yang diperuntukkan bagi orang-orang yang “telah dewasa rohaninya.”

“Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya. Karena kamu masih manusia duniawi.

Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan,bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi? “(1 Korintus 3:2-3)

Semoga menjadi permenungan kita semua yang mau bertumbuh dan berbuah lebat.

Salam Sejahtera Selalu,

Surya Darma – Lingkungan Anastasia

Advertisements
%d bloggers like this: