Renungan harian 27 Juni 2011-Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka

Senin, 27 Juni 2011
Pekan Biasa XIII (H)

Sta. Emma; St. Cyrillus dr Alexandria

Kej 18:16-33,
Mzm 103:1-2,3-4,8-9,10-11,
Mat 8:18-22
Bacaan Injil : Mat. 8:18–22

Ketika Yesus melihat orang banyak me­ngelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang. Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: ”Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.” Yesus berkata kepadanya: ”Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: ”Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.” Tetapi Yesus berkata kepadanya: ”Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.”

Renungan
Apakah Anda pernah dirancang atau diundang untuk suatu tugas khusus atau misi yang jauh dari keluarga, ligkungan  rumah Anda ?

Tugas negara, pekerjaan  atau gereja meminta  beberapa dari kita untuk meninggalkan lingkungan yang kita kenal akrab untuk melayani di tempat lain.

Ketika Tuhan Yesus mengumumkan bahwa kedatangan kerajaan Allah sudah dekat, ia mendesak pendengarnya untuk tidak hanya memperhatikan  ajarannya melainkan juga  mengikuti jejaknya.

Yesus mempunyai  misi untuk melaksanakannya   dan ia menginginkan pengikutnya    bergabung dengan Nya  dalam mewartakan kedatangan Kerajaan Allah.

Salah satu calon pengikut, seorang penulis yang ahli dalam hukum Allah, memberi pujian ke padaYesus . Dia menyebut Yesus “guru”.,Yesus menyarankan kepada yang akanmenjadi pengikutnya

“Sebelum engkau  mengikuti ku , pikirkan apa yang engkau akan  lakukan dan  hitung biayanya.”.

Seorang murid harus bersedia untuk berpisah dengan apa pun yang mungkin menghalangi jalan mengikuti Yesus sebagai Guru.

Seorang yang    akan-menjadi murid menjawab dengan mengatakan bahwa ia   harus   pulang ke rumah dan mengurus ayahnya sampai ia meninggal. Murid ini belum siap untuk mengeluarkan  biaya untuk  mengikuti Yesus.

Yesus menghimbau  hati manusia untuk memilih  Kerajaan Allah  yang pertama dan   melepaskan diri dari apa pun yang mungkin membuatnya jauh dari Kristus.

Tuhan Yesus memanggil kita masing-masing pribadi untuk mengikuti Nya  sebagai Tuhan  dan  Guru.

Dia mengundang kita ke dalam hubungan kasih  dan persahabatan secara pribadi. Kepercayaan dan komitmen  akan Kasih Allah membebaskan kita dari keterikatan pada hal-hal lain sehingga kita dapat memberikan diri secara bebas kepada Allah untuk kemuliaan  dan kerajaan-Nya.

Dengan kasih itu  Tuhan Yesus menyerahkan hidupnya untuk kita. Dan Ia  memanggil kita dalam kasih untuk memberikan semua untukNya.

Apa yang bisa menahan kita dari memberikan semua  kepada Allah?

Ketakutan, kekhawatiran diri,  dan keterikatan pada hal-hal lain.

Pelepasan  merupakan langkah penting jika kita   dimana hal Itu membebaskan kita untuk memberikan diri kita secara penuh  kepada Tuhan dan pelayanan-Nya.

Tidak ada yang lebih besar yang dapat kita lakukan dengan hidup kita daripada menempatkan diri  di pelayanan Tuhan dan raja  alam semesta.

Kita tidak bisa melebihi  Allah dalam kemurahan hati. Yesus berjanji bahwa mereka yang bersedia untuk berpisah dengan apa yang paling sayangi   demi diriNya “akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal” (Matius 19:29).

Apakah ada sesuatu yang menahan Anda memberikan Anda semua kepada Tuhan?

“Ambillah, ya Tuhan, dan terimalah  seluruh kebebasan ku ingatan ku, pemahaman ku , dan akan seluruh hidupku Semua yang   yang aku  miliki yang  telah Engkau  berikan kepadaku.. Aku menyerahkan semuanya kepada Engkau untuk digunakan  sesuai dengan keinginan Mu ,  Berikanlah  aku hanya kasih  dan rahmat-Mu – dengan ini aku  akan cukup berada  dan   tidak akan berkeinginan lebih  “(Doa Ignatius Loyola, 1491-1556)..

Sumber :http://www.dailyscripture.net/

Advertisements
%d bloggers like this: