Renungan harian 5 Mei 2011-“Barangsiapa percaya kepada Putra, ia beroleh hidup yang kekal”

Kamis, 5 Mei 2011
Pekan PASKAH II (P)

St. Hilarius dari Arles; Sta. Yutta;
St. Angelus; B. Vinsent Soler

Kis 5:27-33,
Mzm 34:2,9,17-18,19-20,
Yoh 3:31-36
Bacaan Injil : Yoh. 3:31–36

”Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari surga adalah di atas semuanya. Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak se­orang pun yang menerima kesaksian-Nya itu.

Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Allah adalah benar. Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.

Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barang siapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.”

Renungan
Melalui peristiwa inkarnasi, Allah menjelma menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus yang dilahirkan oleh Santa Perawan Maria, karena karya Rohkudus. Peristiwa ini merupakan bukti yang menguatkan Yesus untuk mengatakan terus terang dan jujur bahwa Dia berasala dari atas. Artinya Dia datang dari Surga dari Bapa.

Yesus bersaksi bahwa kehadiranNya di bumi bukan atas kehendakNya di bumi bukan atas kehendakNya sendiri, melainkan karena kehendak Bapa. Karena itu Allah sangat mengasihi Dia dan memberikan RohNya kepadaNya agar Dia mampu berkarya untuk memberi kesaksian kepada dunia tentang Bapa di surga.

Pengakuan Yesus atas diriNya sebagai anak kesayangan Allah dan bahwa Dia berasal dari Surga dimaksud untuk meneguhan iman kita akan diriNya. Kesaksian Yesus atas diriNya mengajak kita untuk percaya bahwa Dia adalah Putera Allah. Barangsiapa yang percaya kepadaNya akan dikaruniai Roh kudus dan kehidupan kekal.

Hidup kita merupakan sebuah kerinduan tanpa batas. Kerinduan kita hanya akan terpenuhi dalam Allah.

Karena itu Simeon yang selama bertahun-tahun rindu mencari Allah baru mencapai kepenuhannya ketika melihat Yesus yang dipersembahkan di Bait Allah oleh Maria dan Yosef. Dalam suasana batin yang telah terpuaskan oleh Allah, Simeon berseru: “Tuhan sekarang perkenankanlah hambamu ini berpulang dalam damai sejahteraMu sebab mataku telah melihat keselamatan yang datang dari padaMu ..”.

Iman yang hidup adalah iman yang selalu terarah ke atas, ke surga, kepada Dia yang diutus oleh Allah sebab hanya dalam dan dengan perantaraan Yesus sajalah pencarian akan Allah mencapai kepenuhannnya yang paripurna.

%d bloggers like this: