Renungan harian 13 Maret 2011- “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah”

Minggu, 13 Maret 2011
Pekan Prapaskah I (U)

Sta. Eufrasia; B. Ludovikus dr Casoria

 

 

Kej 2:7-9, 3:1-7,
Mzm 51:3-4,5-6a,12-13,14,17,
Rm 5:12-19,

Mat 4:1-11

Bacaan Injil : Mat. 4:1–11

Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.

Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: ”Jika Engkau Anak Allah, pe­rintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” Tetapi Yesus menjawab: ”Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: ”Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangan­nya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”

Yesus berkata kepadanya: ”Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”

Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: ”Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.”

Maka berka­ta­lah Yesus kepadanya: ”Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.

Renungan
Di dalam diri Yesus kita menemukan sumber dari segala rahmat dan kekuatan untuk mengalahkan perbuatan-perbuatan dosa. Injil bercerita tentang percobaan Yesus di padang gurun. Padang gurun adalah simbol kekerasan, tantangan,kematian, perjuangan keras.

Di padang gurun Yesus dicobai oleh iblis dengan tiga tawaran yang terkenal sampai sekarang: kuasa, kekayaan dan kenikmatan.

Yesus menunjukkan kepada kita cara mengatasi atau melawan ketiga godaan itu. Kekuatan Yesus berasal dari Bapa, Ia sadar bahwa hanya Bapa yang dapat memberikan kepada-Nya kepuasan dan kegembiraan hidup. Karena itu Yesus mencari kesempatan khusus untuk menjalin relasi dengan Bapa melalui doa dan puasa.

Yesus mencari kehendak Bapa di padang gurun. Ia telah menemukan kehendak Allah bagi-Nya, karena itu Yesus mengatakan: makanan-Ku adalah melaksanakan kehendak Dia yang mengutus Aku… (Yoh 4:34).

Yesus mempunyai komitmen untuk hanya melaksanakan kehendak Tuhan dengan menolak tawaran-tawaran lain. Dalam menghadapi berbagai tawaran di dunia ini, kita berpaling kepada Yesus sebagai sumber kekuatan dan kegembiraan kita. Hanya dalam kesatuan dengan-Nya kita disanggupkan untuk mengalahkan dosa.

 

(Renungan Harian Mutiara Iman 2011, Yayasan Pustaka Nusatama)

Doa: Tuhan Yang Mahabesar, berilah aku keyakinan teguh akan kebaikan dan perlindungan-Mu. Dengan demikian, ketika aku lemah, aku tidak goyah dan jatuh oleh godaan di sekitarku. Amin.

 

About these ads
%d bloggers like this: