Kunjungan pelayanan sosial ke penjara Cipinang

Foto lingkungan Matius di depan gereja di Lapas Cipingang


 

 

 

 

kegiatan sosial dengan pelayanan ke Lapas Cipinang bekerjasama denganKomunitas Kasih Tuhan, kegiatan di isi dengan misa dan pemberian bingkisan. Berikut ini penuturan ketua lingkungan matius sdr. Londry :

.
Kunjungan sosial ke penjara ini terjadi setelah saya  sounding dahulu jauh-jauh hari kepada semua umat di Lingkungan saya ternyata tanggapan-nya cukup lumayan dan menggembirakan dimana sebagian besar umat mau secara sadardan spontan menyumbang uang secara sukarela baik yang ikut maupun yang tidak ikut.
Uang yang terkumpul kami belikan berkat kasih-sayang tanda persaudaraan dari umat Lingkungan kami buat para warga binaan yang berada didalam penjara :
– 150 kotak nasi (untuk makan siang) seharga Rp 8.000,oo per-kotak.
– 150 bungkus ‘Super-Bihun’.
– 150 buah Sabun Nuvo Family.
– 150 pack kecil biskuit ‘Selai-O-Selai’.

KERJASAMA DENGAN KOMUNITAS KASIH TUHAN

Kunjungan kita kali ini bekerjasama dengan Kelompok Komunitas Kasih Tuhan dibawah pimpinan Ibu Windy Silviana.
Moderator dari Kelompok Komunitas Kasih Tuhan itu sendiri adalah Romo Petrus Gunawan Tjahja, Pr.
Ada tiga Ketua Lingkungan yang ikut kita masuk kali ini sebagai bahan studi-banding mereka untuk umat mereka nanti-nya, apakah juga akan diterapkan seperti Lingkungan kita yang sudah mulai duluan masuk kedalam.
Dalam kunjungan ini ada tiga Ketua Lingkungan dibawah ini juga seperti-nya tertarik untuk melihat dan mau studi-banding dahulu dengan ikut rombongan kami :
a. Ibu Theresia Trisna Dewi / Ketua Lingkungan Santo Bartolomeus-III.
b. Bapak Franciscus Oktovianus / Ketua Lingkungan Santa Bernadetta-II.
c. Ibu Bernadettha Prehatmi Indrastuti / Ketua Lingkungan Santo Matius-III.
d. Satu orang Prodiakon dari Wilayah Santa Bernadetta.
e. Satu orang Misdinar Cilik dari Wilayah Santa Bernadetta (anak-nya Bapak Franciscus sendiri).

Dalam kunjungan ini dilakukan Perayaan  Ekaristi dibawakan oleh Romo Ardus Noveri, Pr yang berasal dari Keuskupan Ruteng dan sekarang lagi belajar tingkat lanjut (kuliah lagi di Jakarta) bertempat-tinggal di Pastoran Paroki Santo Bonaventura Pulo-Mas.

SERBA- SERBI PANDANGAN UMAT

Mengenai kegiatan ini, tentu ada juga umat yang mempunyai pandangan berbeda

Ada umat yang berkata  : “Pak Londry, kalau ke penjara kami sekeluarga tidak mau menyumbang apa-apa tetapi kalau kalian ke Panti-Asuhan atau ke Panti-Jompo maka dengan senang hati kami sekeluarga akan menyumbang”
Saya jelaskan pada  umat  tersebut”oh, tidak apa-apa Pak tetapi ingat bahwa kita belajar kasih itu tidak boleh percuma …. kasih itu adalah harus dibagikan sama siapa saja, musuh kita sekalipun karena kasih itu adalah sempurna ada-nya …. kasih itu tidak memilih-milih mana itu lawan dan mana itu kawan …. kasih itu tidak mengajarkan kita membeda-bedakan kelompok manusia …. saya belum pernah menemukan ajaran dari Gereja bahwa Kasih itu tidak boleh dibagikan kepada para tahanan yang berada di penjara  ?
Bukankah matahari, hujan, bencana, kesehatan itu dicurahkan buat semua orang dimuka bumi ini ?
Matahari khan juga bersinar toh diatas atap penjara lalu kenapa kita manusia ini yang harus membeda-bedakan pembagian berkat dari kasih kita itu sendiri ???”

Seperti homili dari Romo Ardus Noveri, Pr dari Keuskupan Ruteng bahwa Gereja tidak perlu ikut menghukum para narapidana tersebut, bukankah mereka sudah dihukum oleh negara.
Gereja tahu-nya hanya mengajarkan orang berbuat kasih kepada sesama tanpa mempedulikan status dari orang tersebut, asalkan sesuai dengan ajaran iman Kristiani maka lakukanlah amal dan kasih dimanapun dengan setulus hati.

CERITA-CERITA MENARIK MENGENAI WARGA-BINAAN YANG DIDALAM.
Dari total jumlah 120 WB (Warga-Binaan) didalam yang mengikuti perayaan ekaristi bersama kami  ada 20 WB yang asli beragama Katolik saja sedangkan sisa 100 WB lain-nya itu adalah beragama Kristen dari berbagai aliran tetapi mereka semua tetap setia mengikuti perayaan ekaristi bernuansa Katolik dengan baik, diam dan khusuk banget hanya pada saat menerimakan komuni mereka tidak maju karena diumumkan bahwa yang boleh terima cuma yang Katolik saja dan sudah menerima Komuni Pertama.

Satu hal catatan yang boleh dibanggakan dari Kelompok Komunitas Kasih Tuhan (KKT) itu adalah mereka akhirnya berhasil melatih dengan amat sangat baik satu team pujian, Lektor-Komentator dan Pemazmur dari WB yang beragama Katolik tersebut sehingga sepertinya mereka tidak kalah bagus-nya dengan kita-kita yang bebas diluar ini (kalau mau diadu, belum tentu kita bisa menang karena mereka latihan-nya lebih fokus dan lebih banyak memiliki waktu yang baik dan panjang – pelatih-nya ya itu Kelompok KKT).

Sebenar-nya total WB yang suka mengikuti perayaan ekaristi itu berjumlah 150 orang tetapi aneh-bin-ajaib, semenjak KKT rajin dan rutin melakukan pembinaan rohani dan konseling antara WB dengan Romo setiap hari Sabtu maka banyak yang sudah bebas keluar menghirup udara segar jadi sekarang tinggal 120 orang saja (INI PASTILAH KERJAAN ROH-KUDUS …. habis kalau bukan, siapa lagi yang bikin kerjaan mulia, kudus dan baik demikian) ???

Para WB didalam sudah amat sangat akrab dengan pelayanan Kelompok KKT dan amat sangat dekat serta patuh sekali sama para pengurus KKT.
Saya melihat para WB semua amat ramah dalam menyambut tamu atau hamba Tuhan dari luar yang masuk mengunjungi mereka (mereka senang karena pasti tahu akan mendapatkan berkat jasmani maupun bingkisan).

Jangankan mengharapkan bingkisan, sebagian WB itu bilang bahwa asal mereka bisa makan siang enak seminggu sekali saja sudah amat bersyukur banget apalagi ditambah dengan embel-embel bingkisan segala macam.

Asal tahu saja, setiap satu bungkus Indomie yang mereka dapat dari para pelayan Tuhan maka mereka itu sering membelah Indomie tersebut menjadi empat bagian sehingga empat orang masing-masing mendapatkan bagian terkecil untuk disantap bersama-sama.
Cara mereka menyantap Indomie itu adalah dengan menuangkan air yang cukup panas atau mendidih kedalam gelas plastik Aqua lalu didiamkan sebentar dan akhirnya disantap.

Saat Bulan Kitab-Suci Nasional maka didalam juga ada perlombaan pembacaan Kitab-Suci juga lho sehingga yang menang diumumkan kemudian dan pemenang pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima dan keenam masing-masing mendapatkan hadiah utama yaitu satu bungkus Biskuit ‘Trenz’.
Wah, yang menang amat senang sekali dan ini dapat memicu yang sudah kalah untuk bergiat berlatih lebih keras lagi agar nanti juga bisa mendapatkan satu bungkus Biskuit ‘Trenz’.

Setiap perayaan ekaristi pada hari Sabtu maka banyak sekali yang berebutan mau bertugas sebagai Lektor-Komentator, Team Pujian maupun Pemazmur ….. saling berebutan dan tidak mau ngalah …. walaupun minggu lalu sudah ada yang dapat tugas masih juga minta kepada Kelompok KKT untuk dapat ditugaskan kembali.
Tetapi dalam hal ini yang berwenang menentukan siapa-siapa nanti yang bisa bertugas adalah dari Kelompok KKT itu sendiri dan biasa-nya di-rolling.

Sekretaris Lingkungan saya yang ikut masuk kedalam penjara Sabtu kemarin sungguh tidak menduga akan bertemu dengan Om-nya sendiri didalam situ (Orang Tionghoa) dan wajah-nya memang Boss-Boss Gede (baju rapi pakai kacamata dengan lis emas ditangkai kacamata-nya) , mereka berdua amat terharu dan Sekretaris Lingkungan saya itu tidak tahu koq tiba-tiba Om-nya bisa menghuni di LP Cipinang Kelas-I (campur antara tahanan narkotika dan kriminal umum).
Rupa-nya Om-nya itu tersandung kasus ‘SISMINBAKUM’  dimana dia adalah Direktur Utama salah-satu perusahaan rekanan, karena dia ikut tanda-tangan selaku Direktur Utama maka dia ikut dijebloskan kedalam situ padahal dia cuma seorang Karyawan yang diangkat sebagai Direktur Utama dan memang tugas dia membubuhkan tanda-tangan.
Om-nya itu amat sedih sekarang dan dia titip pesan satu intensi agar dapat dibacakan disetiap Paroki supaya kebenaran sesungguh-nya itu bisa terungkap karena dia merasa hanya dijadikan alat atau kambing-hitam oleh pemilik perusahaan-nya saja sedangkan Big-Boss dia tidak tersentuh.

Bahaya juga jadi Karyawan perusahaan, ya ???
Kalau Big Boss kita tidak benar maka yang pertama kali kena   adalah Karyawan-nya sebagai bidak, padahal Karyawan tahu-nya cari makan diperusahaan itu untuk sekedar menghidupi keluarga lalu karena tugas dan jabatan harus membubuhkan tanda-tangan maka sekali ada masalah kena akibatnya.

Akhir kata, kunjungan sosial ini sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang berada di penjara. Semoga ada lingkungan lain yang menyusul, saat ini total Lingkungan yang dimiliki oleh Paroki Santo Yakobus itu khan ada 132 Lingkungan …. nah, kalau ada beberapa Lingkungan saja yang juga tertarik untuk melakukan kunjungan pelayanan sosial seperti Lingkungan kami maka tentu sangat baik sekali.

Laurensius Londry-Ketua Lingkungan Santo Matius-IV

 

 

About these ads
%d bloggers like this: