TATA GERAK atau SIKAP TUBUH Umat dalam Perayaan Ekaristi.


Apa makna Tata Gerak dalam Liturgi?

Tata Gerak dalam liturgi mengungkapkan Penghayatan Batin kita dan partisipasi kita dalam Perayaan Ekaristi itu.

Sikap Tubuh yang seragam menandakan kesatuan Jemaat yang berhimpun untuk merayakan Liturgi Suci. Sebab Sikap Tubuh yang sama mencerminkan danmembangun sikap Batin yang sama pula.

Tata Gerak atau Sikap Tubuh seluruh Jemaat dan para pelayannya juga menjadi bagian terpenting dalam simbolisasi kebersamaan dan kesatuan Gereja yang sedang Berdoa.

Apabila dilakukan dengan baik, maka

  1. Seluruh Perayaan memancarkan keindahan dan sekaligus kesederhanaan yang anggun;
  2. Makna aneka bagian Perayaan dipahami secara tepat dan penuh; dan
  3. Partisipasi seluruh jemaat ditingkatkan (PUMR 42) Continue Reading »

Foto misa konselebrasi Ekaristi syukur ulang tahun imamat ke 30 Romo Anton dan ramah tamah sesudahnya

This slideshow requires JavaScript.

Misa konselebrasi Ekaristi diadakan pada tanggal 8 januari 2012  di gereja St Yakobus jam 17.30 sesudahnya diadakan ramah tama bersama undangan di aula paroki St. Yakobus

Rekaman foto oleh Rijanto Adjie-Lingk St Gabriel 2

Trailer film Soegija

MEDITASI DAN TRADISI KRISTIANI

MEDITASI DAN TRADISI KRISTIANI

Oleh : Edhi Siswoyo , Ursula 3

Steve Jobs, pendiri Apple Computer yang monumental , ketika masih muda di tahun 1974 pergi ke India , berkeliling dari desa kedesa selama 7 bulan melakukan perjalanan spiritual ,dengan tujuan mencari pencerahan . Steve penganut Buddha- Zen, tetapi dilain pihak ,mulai sekitar tahun enam puluhan , ribuan orang2 muda dari segala penjuru dunia ,diantaranya dengan latar belakang kekristenan ,pergi ke Timur (i.e. India) juga untuk mencari pengalaman spiritual.

Sampai saat ini pun, banyak orang2 Kristen yang belajar meditasi mengikuti tradisi agama2 Timur ( Budha/Hindu). Dalam pertemuan2 di acara acara lingkungan sering terdengar, adanya teman2 kita seiman yang mengikuti meditasi maupun retret2 seperti itu ,untuk mencari ketenangan jiwa maupun mengobati luka luka batinnya. Hal seperti itu bukanlah sesuatu yang buruk, karena banyak teman2 yang memperoleh manfaat dengan aktifitas2 seperti itu. Tetapi yang mengherankan adalah ,pencerahan yang dicari jauh jauh itu sebetulnya sudah ada di tradisi kekristenan sendiri. Tidak kurang dari seorang Thomas Keating, seorang imam Cistersiensis, terusik hati kecilnya dan bertanya tanya :” mengapa ribuan orang muda selalu pergi ke India setiap musim panas untuk mencari bentuk2 spiritualitas, padahal ada banyak biara kontemplatif di negerinya sendiri ?” . Referensi mengenai meditasi atau kontemplasi (agama Timur lebih suka memakai istilah meditasi) yang paling awal dapat diketemukan pada Injil Perjanjian Lama, Yosua 1:8, “ Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini,TETAPI RENUNGKANLAH ITU SIANG DAN MALAM, supaya engkau bertindak hati hati sesuai dengan segala yang tertulis didalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung”. Yosua hidup disekitar tahun 1500 -1390 Sebelum Masehi, dengan demikian referensi kontemplasi tersebut sudah ada di tradisi Kristen sekitar abad 14 sebelum Masehi. Pada sekitar abad 15 sebelum masehi, referensi meditasi dapat dijumpai pada kitab Hindu Veda. Kemudian sekitar abad 6 sampai 5 sebelum masehi, meditasi juga ditemukan dalam tradisi Taoist China dan Buddha di India.

Pada awal awal abad , sekitar abad ke tiga Masehi, banyak pengikut pengikut Yesus yang pergi ke padang gurun dan kemudian tinggal disana untuk mencari inspirasi, petunjuk dan pencerahan . Salah satu Rahib atau Bapa padang gurun yang termashur adalah Anthony the Great atau Anthony yang agung, yang pindah ke gurun pasir pada sekitar tahun 270-271 dan kemudian terkenal sebagai Bapa dan pendiri Biara padang gurun. Setelah Anthony meninggal dunia pada tahun 356, ribuan Rahib mengikuti jejak Anthony dan tinggal di padang gurun.

Menurut ceritera, Anthony tergerak untuk hidup menyepi di padang gurun setelah dia mendengar kotbah yang membahas Matius 19:21 ,” Kata Yesus kepadanya:” Jikalau engkau hendak sempurna , pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang orang miskin, maka engkau akan beroleh harta disorga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku”. Anthony yang agung melepaskan semuanya , dan baginya “Allah saja cukup”, lalu pergi untuk hidup dan menyepi di padang gurun. Pengikut2 setia Yesus ini memilih keheningan, berpuasa dan berkontemplasi disamping menjadi pembimbing rohani yang canggih. Sepuluh tahun kemudian setelah Anthony pergi kepadang gurun, Konstantine I mengumumkan bahwa kristianiti adalah legal di Mesir, sehingga umat Kristen dapat merasa aman hidup di kota lagi. Tetapi kehidupan padang gurun yang keras, sunyi dan penuh pengorbanan telah menjadi salah satu pilihan bagi Anthony dan lain lainnya untuk menghayati kebersamaan dengan Tuhan.

Sedangkan dalam Perjanjian Baru, perihal kontemplasi banyak disinggung, misalnya pada : Lukas 5:16, “ Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat tempat yang sunyi dan berdoa”, Lukas 6:12, “ Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam malaman Ia berdoa kepada Allah”, Matius 14:23, “Dan setelah orang banyak itu disuruhNya pulang, Yesus naik keatas bukit untuk berdoa seorang diri, ketika hari sudah malam, Ia sendirian disitu “, dan Markus 1:35,” Pagi pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi keluar. Ia pergi ketempat sunyi dan berdoa disana” dan satu lagi yang juga menyebutkan cara kontemplasi adalah Matius 6:6, “ Tetapi jika engkau berdoa, masuklah kedalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu”.

Lalu mengapa ?. Kalau dalam tradisi Kristen , meditasi sudah dikenal ber abad abad yang lalu, tetapi justru meditasi lebih dikenal berasal dari Timur ( India , Cina, Jepang ) ? . Hal ini mungkin dikarenakan, meditasi dalam tradisi Kristen lebih banyak dilakukan dalam lingkungan biara biara saja, tertutup hanya untuk rahib rahib. Tradisi kontemplasi atau meditasi ini tidak terbuka untuk lingkungan diluar biara. Dengan demikian umat Kristen mempunyai persepsi bahwa meditasi hanyalah untuk para Rahib Rahib di biara saja.

Sedangkan ditahun tahun enam puluhan banyak pemuka pemuka agama Hindu dan Buddha yang datang ke barat untuk mengajar meditasi kepada masyarakat umum, dimana mereka dapat datang untuk memperoleh ketenangan batin dan kedamaian atau pengalaman spiritual yang selama ini tidak diperolehnya dari agama yang dianutnya. Seperti kita ketahui ,sekarangpun sering diadakan retret2 dan pelajaran meditasi untuk umum ,yang berasal dari tradisi Timur .

Adalah Pater John Main OSB ( 1926-1982 ), salah satu Rahib yang menemukan kembali meditasi menurut tradisi Kristen dan membawanya ke luar tembok tembok biara ( monastery beyond the walls). John Main lahir di London pada tahun 1926 dari suatu keluarga Katolik. Ketika bekerja di Departemen Luar negeri , dia ditugaskan di Malaysia. Suatu waktu dia ditugaskan untuk mengunjungi sebuah panti asuhan di Kualalumpur, yang dikelola oleh seorang Pandita Hindu keturunan India. Dari pandita ini, John Main belajar bermeditasi dengan cara mengulang ngulang sebuah mantra. Hal ini dikemudian hari menimbulkan salah persepsi kepada sebagian orang yang menganggap bahwa cara meditasi yang diajarkan oleh John Main tidak kristiani. Setelah John Main kembali ke Eropa, dia kemudian menjadi Rahib Benediktin di London. Di biaranya , John Main dilarang bermeditasi oleh Direktur Rohani Novis nya, karena dianggap bukan suatu cara berdoa kristiani. Dengan berat hati, John Main taat melepaskan metode meditasi yang dianutnya selama ini. Dikemudian hari, John Main menganggap bahwa larangan Direkturnya tersebut merupakan berkat baginya, karena dengan demikian dia dia diajarkan untuk dapat melepaskan ego-nya, melepaskan sesuatu yang sangat berharga baginya . Bertahun tahun kemudian, John Main ditugaskan untuk menjadi kepala sekolah di Washington DC. Ketika suatu waktu, seorang anak muda datang kepadanya minta nasehat untuk mengatasi kesukaran hidupnya, John Main menganjurkan anak muda tersebut untuk membaca buku berjudul Holy Wisdom, karangan Agustinus Baker, seorang Benediktin kontemplatif abad ke 17. Melihat antusias anak muda itu dalam membaca buku tersebut, John Main tergerak untuk membaca kembali buku klasik itu. Setelah itu John Main kembali bermeditasi lagi.

Sekembalinya John Main ke London, dia terus mencari dan menggali apakah bentuk doa berupa meditasi ini mempunyai akarnya dalam tradisi Kristiani. Akhirnya dari tulisan Rahib Yohanes Kasianus pada abad ke 4, berjudul “Konferensi-konferensi “ , John Main menemukan doa hening satu kata ,yang mirip dengan apa yang pernah dipelajarinya dari pandita Hindu sebelum dia menjadi Rahib Benediktin. Kasianus menyebut doa hening satu katanya sebagai formula, bukan mantra. Formula atau doa satu kata yang favorit adalah “ doa Yesus” disamping kalimat “ Tuhan tolonglah saya “. Pada awal awal abad , doa kontemplatif tersebut pertama kali dipraktekkan dan diajarkan oleh Bapa Bapa padang gurun di Mesir, Palestina dan Siria. Doa kontemplatif makin berkembang dengan terbitnya tulisan berjudul “ The cloud of Unknowing “ pada abad ke empat belas, dimana sampai sekarang pengarangnya tetap anonim. John Main menganjurkan kata “ Maranatha “ sebagai mantra, yang artinya adalah “Tuhan datanglah “ 1 Kor 16:22. Fungsi pokok dari formula atau mantra atau kata suci tersebut bukan untuk menekan ataupun menenangkan pikiran yang muncul, melainkan untuk menyatakan intensi untuk mengasihi Allah, menghayati kehadiranNya dan berserah kepada Roh Kudus selama meditasi.

Dengan demikian, meditasi kristiani menurut John Main bermula dari iman kita kepada Yesus Kristus dan diakhiri dengan kasih, berbeda dengan teknik2 meditasi lainnya , yang mempunyai tujuan kesadaran diri/ awareness, ketenangan pikiran, pengobatan, kesehatan maupun kesaktian.

Lebih lanjut, Pater John Main,OSB mengajarkan cara bermeditasi sebagai berikut: ”Anda hanya duduk diam dengan punggung tegak. Duduk santai tetapi sadar penuh. Tutup mata Anda perlahan-lahan. Mulailah mengucapkan kata-doa dalam batin Anda. Kami menganjurkan kata-doa ’MA-RA-NA-THA’. Ucapkan kata ini dalam empat suku kata yang sama panjang. Dengarkan kata-doa itu, saat Anda mengucapkannya perlahan-lahan dalam batin Anda. Jangan memikirkan atau membayangkan sesuatu yang bersifat rohani ataupun yang lain. Bila muncul pikiran dan imajinasi selama bermeditasi, janganlah Anda tanggapi dan biarlah semuanya berlalu. Kalau Anda menyadari bahwa Anda telah melantur, kembalilah dengan rendah hati ke kata-doa Anda. Dengan iman dan kasih ucapkan kata-doa Anda secara terus menerus dari awal sampai akhir meditasi Anda. Bermeditasi setiap pagi dan sore selama dua puluh sampai tiga puluh menit.”

Dengan demikian dapat dipahami bahwa ajaran meditasi dari seorang pandita Hindu kepada John Main dan buku Holy Wisdom merupakan suatu tipping point yang mendorong John Main untuk menemukan akar meditasi dalam tradisi Kristen. Iman kitalah yang membuat meditasi ini kristiani, dan juga karena kita percaya akan Yesus yang menjadi manusia , telah wafat dan dibangkitkan dan kini tinggal dalam hati kita ( “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” ). John Main mulai membuka Komunitas Meditasi Kristiani yang pertama pada tahun 1975.

Setelah meninggalnya John Main, pengembangan pengajaran tentang Meditasi Kristiani diteruskan oleh muridnya Rahib Laurence Freeman, OSB yang membentuk WCCM (World Community for Christian Meditation) pada tahun 1992 atas usulan dari Rahib Bede Griffiths (1906 – 1993) . Saat ini, Komunitas Meditasi Kristiani sudah hadir di kurang lebih 114 negara dan di Indonesia sendiri telah terbentuk hampir 100 kelompok yang berkumpul dan bermeditasi bersama setiap minggu. Untuk daerah Kelapa Gading, Komunitas Meditasi Kristiani St Yakobus bermeditasi bersama setiap hari sabtu pukul 09.00-10.30 di ruang Adorasi Gereja St Yakobus. Untuk infomasi lebih lanjut mengenai Komunitas Meditasi Kristiani St Yakobus, silahkan menghubungi Ibu Agatha Judy di 0815.893.5778 atau email ke prom_jm@yahoo.com

Informasi mengenai Meditasi Kristiani :

1. www.wccm.org

2. www.meditasikristiani.com

Referensi : Literatur2 Komunitas Meditasi Kristiani, Buku Intim bersama Allah, Buku Meditasi bersama Yesus, Latihan harian Meditasi Kristiani.

Renungan harian27 Mei 2012-Roh Tuhan terus-menerus mencurahkan karunia-Nya yang berlimpah untuk menarik semua orang agar kembali ke jalan yang benar. Dengan karunia-Nya yang berlimpah, Allah ingin agar orang beriman mengalami kasih-Nya yang sempurna dan mengubah mereka secara radikal menjadi manusia baru.

Minggu, 27 Mei 2012
HARI RAYA PENTAKOSTA (M)

St. Agustinus dr Canterbury; St. Yulius

Kis 2:1-11,
Mzm 104:1ab,24ac,29bc-30,31,34,
Gal 5:16-25,
Yoh 15:26-27, 16:12-15
Bacaan Injil : Yoh. 15:26–27; 16:12–15

”Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku. Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh

Kebenaran, Ia akan me­mimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.”

Renungan
Sejak Konsili Vatikan II, ketika Gereja sendiri membuka pintu selebar-lebarnya kepada peran Roh Kudus, tampaknya Roh Tuhan itu bekerja membarui jutaan orang beriman. Di mana-mana dalam Gereja, baik kaum awam maupun religius, berusaha membangun suatu persekutuan baru di bawah bimbingan kuasa Roh Kudus dan menerima karunia-karunia Roh Kudus.

Mereka ini hidup dalam semangat pembaruan dan kembali menghayati nilai-nilai Kristiani yang hakiki dalam Gereja dengan mencintai sakramen, khususnya Sakramen Tobat dan Ekaristi, tekun membaca dan belajar Kitab Suci, berperan aktif dalam pewartaan sabda, taat kepada hierarki Gereja, berbalik dari cara hidup manusia lama, dan menata kehidupan rumah tangga dengan mengutamakan hidup penuh kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri”(Gal. 5:22–23).
Di tengah menguatnya pengaruh dosa dengan segala akibat negatifnya, Gereja abad ini terus berusaha melakukan pembaruan hidup di bawah bimbingan kuasa Roh Kudus. Roh Tuhan terus-menerus mencurahkan karunia-Nya yang berlimpah untuk menarik semua orang agar kembali ke jalan yang benar. Dengan karunia-Nya yang berlimpah, Allah ingin agar orang beriman mengalami kasih-Nya yang sempurna dan mengubah mereka secara radikal menjadi manusia baru.

Karena itu, marilah pada hari Pentakosta ini kita tidak hanya berdoa agar Roh Kudus datang membarui kita, tetapi kita lebih membuka diri menerima kehadiran-Nya dan membiarkan Dia membimbing hidup kita selamanya.

Doa: Ya Allah Roh Kudus, urapilah aku menjadi manusia baru dan pimpinlah aku agar mampu mewujudkan kehendak Allah di dunia ini. Amin.

Sumber : Ziarah Batin 2012

Renungan Minggu 27 Mei 2012- Pencurahan Roh Kudus mendewasakan kita dalam tugas perutusan sebagai saksi Kristus.

Pencurahan Roh Kudus mendewasakan kita dalam tugas perutusan sebagai saksi  Kristus.

 

Pencurahan Roh Kudus membuka, menerangi dan memurnikan hati serta pikiran manusia, sehingga mampu untuk saling memahami satu sama lain, mampu untuk berkomunikasi satu sama lain dengan baik (Bacaan pertama, Kis.2:1-11). Sebab menjadi milik Kristus sama dengan hidup menurut Roh dan dibimbing oleh Roh, yaitu menyalibkan daging dan hawa nafsunya untuk dijadikan sebagai tanda cinta (Bacaan kedua, Gal.5:16-25). Maka Kristus mengutus Roh Kebenaran, yang akan mengajarkan bagaimana manusia harus mencintai dan membimbing mereka kepada seluruh kebenaran, karena mereka bersama dengan Roh Kudus harus memberi kesaksian tentang Kristus (Bacaan Injil, Yoh.15:26-27; 16:12-15).

Memberi kesaksian bukan hanya secara lisan, tetapi tidak kalah pentingnya kesaksian hidup. Kesaksian lisan dan kesaksian hidup saling melengkapi, sehingga kesaksian itu akan sungguh berdaya dan berhasil guna. Sebab selama di dunia ini keduanya tetap hanya sebagai tanda, yang masing-masing tidak dapat secara utuh menyatakan apa yang ditandakan.

Pesan yang disampaikan perayaan Ekaristi Hari Raya Pentekosta ini mengingatkan kita, bahwa cara hidup kita yang sesuai dengan martabat kita sebagai anak Allah pun merupakan kesaksian yang sangat sangat penting. Sebab kesaksian akan Kristus bukan hanya akan menyelamatkan sesama, tetapi justru juga menyelamatkan diri sendiri. Hidup sesuai dengan martabat sebagai anak Allah memang dapat secara duniawi dirasa sebagai penderitaan,  karena memang sebagaimana diakui oleh Kristus sendiri, hidup sebagai anak Allah tidak dikenal dunia, karena bukan dari dunia, “Tetapi apabila Roh Kebenaran itu datang, maka Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran. Ia tidak akan berbicara dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya, itulah yang akan dikatakan-Nya. Dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya daripada-Ku”.

Apa yang disampaikan oleh Kristus itu difahami dan diungkapkan oleh rasul Paulus secara lebih konkrit, yaitu bahwa cara hidup menurut Roh bagi manusia itu dialami oleh Kristus sendiri. Sebagai manusia, tubuh memiliki dorongannya sendiri, yang berbeda, bahkan bertentangan dengan dorongan Roh. “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya”.

Bagi manusia yang telah menjadi milik Kristus, tetapi masih hidup di dunia ini, dorongan daging dan keinginannya yang nyata itu, haruslah dijadikan sebagai tanda dari yang lebih luhur, yaitu cinta kasih sebagai buah Roh. Itulah sebabnya dorongan daging (nafsu) yang dituruti semata-mata hanya untuk mencari kepuasan, bagi manusia, terutama yang telah menjadi anak Allah, akan merusak dirinya. Tetapi bila dijadikan sebagai tanda cinta, tanda dorongan Roh, akan membangun dirinya sebagai manusia dan itu dapat mendukung kehidupan sebagai anak Allah. Itulah sebabnya rasul Paulus mengatakan, bahwa kita harus menyalibkan daging kita dengan segala nafsu dan keinginannya.

Kehadiran Roh Kudus bukan hanya memurnikan daging dan cara hidup kita, tetapi juga memurnikan hati kita pula, dalam arti memurnikan cinta kita yang telah tercemar dosa. Berkomunikasi dengan sesama itu saling membuka hati. Semakin tulus dan murni hatinya, komunikasi itu akan semakin baik. “Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka memulai berkata-kata dalam bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya……..  Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri”.

Mereka berkata-kata dalam bahasa lain itu juga dapat diartikan dengan bahasa yang baik, yang simpatik, karena keluar dari hati yang cintanya tulus dan murni, tetapi yang menyebabkan orang-orang ‘bingung’; juga dapat diartikan menarik didengarkan, karena apa yang dikatakan para rasul itu sesuai dengan apa yang diharapkan oleh hati mereka. Dengan kata lain, komunikasi antara para rasul dan masyarakat berjalan dengan baik.

Jikalau di dunia dewasa ini orang berjuang untuk menjadi ‘profesional’ dalam bidangnya agar mampu bersaing untuk mempertahankan hidup, mungkin juga dapat dipertanyakan: Apakah kita juga berjuang — untuk mempertahankan hidup sebagai anak Allah — menjadi orang yang ‘profesional’ sebagai orang beriman, sekalipun itu juga berarti kita tidak akan difahami dunia, bahkan menjadi asing di dunia ini?

St. Sutopanitro, Pr


Nonton Bareng Film Soegija

Berita Minggu 27 Mei 2012

Undangan Rapat Depa Inti

Dewan Paroki Harian mengundang Bpk/Ibu Koordinator wilayah, Koordinator Stasi KTG, Koordinator Stasi Pegangsaan dua (termasuk sekretaris & bendahara P2) untuk menghadiri Rapat Depa Inti yang akan diadakan pada;

Hari/Tgl                   : Selasa/29 Mei 2012

Waktu                     : Pkl. 19.30-21.30 Wib (Tepat waktu)

Tempat                   : Lt.3, Rg. Klara Katarina, Gdg. Pastoral.

Bagi koordinator wilayah yang berhalangan, mohon mengutus wakilnya.

PerayaanEkaristi Jum’at Pertama

akan diadakan Tgl. 01 Juni 2012. Perayaan Ekaristi diadakan pada pukul 06.00; 12.00; 19.00 di Gereja Santo Yakobus           dan  Pkl. 06.00; 19.00 di Stasi St. Andreas KTG.

Pada hari tersebut, juga akan diadakan Adorasi Sakramen Maha Kudus,

(Pkl. 08.00 s/d  19.00) di Rg. Adorasi Gereja (sebelah Sakristi).

Tugas kerja bakti

Info Seksi Lingkungan Hidup: Wilayah FX merupakan Wilayah yang mendapat tugas kerja bakti pada hari Sabtu, Tgl. 02 Juni 2012, Pkl.07.00 s/d 09.00 di Gereja St. Yakobus. Panitia pendamping: Bp. Benny. P,        Ph: 7006 7900.

Donor darah

Seksi Kesehatan akan mengadakan aksi donor darah, pada;

Hari/Tgl.      : Minggu/03 Juni 2012

Waktu                     : Pkl. 09.00 Wib

Tempat                   : Stasi Pegangsaan Dua

Mohon partisipasi umat.

Dialog dengan Tema: “Sikap Kita dalam Menghadapi Pilkada dan Pemilu”

Seksi Kerawam dan HAK mengundang Dewan Paroki, Seksi-seksi, Ketua Lingkungan serta umat yang menjadi pengurus RT/RW untuk mengikuti dialog dengan Tema: “Sikap Kita dalam Menghadapi Pilkada dan Pemilu”, pada hari Minggu, Tgl. 03 Juni 2012, Pkl.13.00 di Aula  Gdg. Pastoral, Lt.4. Pembicara Bp. Sebastian Salang dan Krissantono. (Didahului dengan makan siang). Mohon konfirmasi kehadiran melalui SMS ke                          Ph: 0815 821 8268. 

“10 cara Sederhana Merenungkan Sabda Tuhan”

Seksi Kerasulan Kitab Suci mengadakan pelatihan bagi para pemandu lingkungan “10 cara Sederhana Merenungkan Sabda Tuhan” oleh           Bp. Stefan Leks pada:

Tgl. : 18 Juni-23Juli 2012 (6x pertemuan) setiap hari Senin

Waktu         : Pkl. 19.15-21.15 Wib

Tempat       : Lt.4 Gdg. Pastoral

Tidak dipungut biaya. Tempat terbatas (max.100 org). Info                       & Pendaftaran:

, Ph: 0819 701 442;, Ph: 0811 998 989;,  Ph: 0811 150 910, , Ph: 0816 972 923.

PDKK

PDKK (pagi) Selasa, Pkl. 10.00 Aula Stasi St. Andreas-KTG pertemuan               Tgl. 29 Mei 2012. Renungan dibawakan oleh Lanny Pola, Tema ”Melayani bukan Beban”.

PDKK (malam) Kamis, Pkl. 19.00 Aula Stasi St. Andreas KTG Tgl. 31 Mei 2012. Renungan dibawakan oleh Yurika Agustina.

PWK St. Monica

mengadakan pertemuan rutin pada hari Minggu,              Tgl. 03 Juni 2012, Pkl. 07.30-09.30 di Rg. FX, Lt.3, Gdg. Pastoral. Pengumuman ini sekaligus sebagai undangan.

Meditasi Katolik Ancilla Domini

Mengundang setiap hati yang merindukan Tuhan dalam meditasi & renungan, pada:

Hari/Tgl       : Kamis, Tgl. 31 Mei 2012

Waktu         : Pkl.10.00 Wib

Tempat       : Rg. Adorasi Gereja. 

Perduki Chapter Utara I

mengadakan pertemuan pada hari Senin,                             Tgl. 28 Mei 2012, Pkl.19.30 di Gdg. Marina Lt.1. Tema: “Siapakah yang Dapat Diselamatkan” (Mrk.10:17-27). Renungan dibawakan oleh Lenny Mulyo.

Devosi Kerahiman Ilahi dan Doa Koronka

akan diadakan pada;

Hari/Tgl       : Jum’at/Tgl. 01 Juni 2012

Waktu         : Pkl. 14.30 Wib

Tempat       : Gereja St. Yakobus

Mohon partisipasi umat. (Harap membawa Rosario)

Renungan hari 26 Mei 2012- menjadi murid ,Yesus berkata ” itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.”

Sabtu, 26 Mei 2012
Pekan PASKAH VII; Novena Pentakosta 9

Pw St. Philipus Neri (P)
Sta. Mariana dr Quito

Kis 28:16-20,30-31,
Mzm 11:4,5,7,

Yoh 21:20-25,
Bacaan Injil : Yoh. 21:20–25

Ketika Petrus berpaling, ia melihat bah­wa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: ”Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?” Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: ”Tuhan, apakah yang akan ter­­jadi dengan dia ini?” Jawab Yesus: ”Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sam­pai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.” Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: ”Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu.”

Dialah murid, yang memberi kesaksian ten­tang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar. Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

Renungan


Predikat murid selalu melekat pada pribadi orang yang belajar dan meniru dari sang Gurunya. Murid memberi kesaksian kepada publik secara lisan maupun dengan tulisan hal ihwal sang guru seperti kesaksian St. Yohanes ini. Kedudukan seorang murid selalu berada di bawah pengawasan sang guru oleh karena itu murid tidak melebihi gurunya. Kita sebagai murid telah dan selalu belajar dari guru agung Yesus Kristus. Kita menjadi murid Yesus merupakan anugerah yang sangat bernilai. Bernilai karena kita memiliki kesempatan istimewa untuk berada dekat Yesus sang Penyelamat.

Namun kedekatan menuntut sikap pemberian diri seutuhnya kepada Yesus. Pemberian diri dalam bentuk ketaatan total terhadap setiap pengajaran yang berasal dari Yesus. Maka menjadi murid Yesus tidak hanya mendengarkan Firman Tuhan tetapi mewujudkannya dalam praksis hidup kita sehingga cinta kasih, setia kawan, pengorbanan senantiasa nampak dalam hidup kita setiap hari

(Renungan Harian Mutiara Iman 2012, yayasan Pustaka Nusatama, Yogyakarta)

Renungan harian 25 Mei 2012-”Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada mereka ini?”

Jumat, 25 Mei 2012
Pekan PASKAH VII (P); Novena Pentakosta 8

St. Beda Venerabilis; St. Gregorius VII, Paus;
Sta. Magdalena Sofia Barat; Sta. Maria Magdalena de Pazzi

 

Kis. 25:13-21;
Mzm. 103:1-2,11-12,19-20ab;
Yoh. 21:15-19
Bacaan Injil : Yoh. 21:15–19

Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: ”Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: ”Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: ”Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: ”Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepada-Nya: ”Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: ”Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: ”Simon, anak Yohanes, apa­kah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ke­­ti­­ga kalinya: ”Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: ”Tuhan, Eng­­kau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bah­­wa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepa­­da­­nya: ”Gembalakanlah domba-domba-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ke­ti­ka engkau masih muda engkau mengikat ping­­gang­mu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulur­kan tangan­­mu dan orang lain akan mengikat eng­kau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.” Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengata­kan demikian Ia berkata kepada Petrus: ”Ikutlah Aku.”

Renungan
Dalam upacara pernikahan, sebelum pasangan diberkati dan dikukuhkan dalam Sakramen Perkawinan, keduanya menyatakan dengan tegas janji setianya untuk mencintai pa­sangannya dalam untung dan malang sampai maut memisahkan. Namun, dalam kenyataannya banyak keluarga yang gagal mempertahankan janji itu dengan berbagai alasan pembenaran diri. Prahara perceraian dalam perkawinan Katolik semakin hari semakin meningkat. Cinta yang mengikat seumur hidup tidak lagi menggema, karena pengalaman cinta Allah berupa pengampunan, penerimaan, kasih tanpa syarat dan pengorbanan belum dialami dan dihidupi masing-masing pihak.

Sesudah kebangkitan-Nya, cinta dan kesetiaan Petrus diuji Yesus melalui pertanyaan sederhana sebanyak tiga kali: ”Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada mereka ini?” (Yoh. 21:15). Komitmen Petrus terhadap jawaban cinta ini dipertahankan sampai akhir hidupnya, walaupun ia diserang oleh berbagai gelombang pencobaan yang besar selama ia memimpin Gereja. Semua ini terjadi karena ia sendiri sudah mengalami cinta Allah yang amat besar melalui pengampunan dan penerimaan Tuhan atas dirinya yang rapuh. Demikian juga Paulus bertahan dalam komitmennya karena ia juga mengalami cinta yang sama dari Tuhan, yaitu pengampunan dan penerimaan.

Jika setiap pasangan keluarga menghayati cinta pengampunan, penerimaan, pengorbanan serta kesetiaan maka tidak mustahil janji yang diucapkan itu bertahan sampai akhir. Berbahagialah setiap keluarga yang dapat mewujudkan cinta seperti ini.

Doa: Ya Tuhan, urapilah aku dengan Roh-Mu agar aku mampu melihat dan mengalami kasih-Mu dalam hidupku. Amin.

Sumber : Ziarah batin 2012

 

Renungan 24 Mei 2012- ” supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau” , membangun persatuan dengan membangun relasi yang baik.

Kamis , 24 Mei 2012
Pekan  PASKAH VII (P); Novena Pentakosta 7 

 

SP Maria della Strada,
Beda Venerabilis,
Maria Magdalena d? Pazzi

 

Kis 22:30, 23:6-11,
Mzm 16:1-2a,5,7-8,9-10,11,
Yoh 17:20-26

 
Bacaan Injil: Yoh. 17:20-26

Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;

supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:

Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.

Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku;

dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.”

Renungan
Seorang bapa diberi kepercayaan untuk memberi kesaksian tentang pengalaman hidup berpasangan. Ia mengatakan secara tegas ‘relasi yang baik’.Relasi yang baik dan jujur akan melahirkan kedekatan, keintiman, keakraban dalam kehidupan bersama. Semakin jarang berelasi dengan pasangan, akan tercipta kesenjangan, kekosongan dan kesepian. Dengan ini, Setan dapat dapat  menggunakan kesempatan untuk bermain di air keruh.

Sesudah Yesus meninggalkan para rasul, mereka kembali ke Yerusalem. Mereka hidup bersama dalam kasih persaudaraan yang sejati. Yesus menghendaki supaya relasi dan persatuan kasih mereka bukan hanya batiniah saja melainkan juga harus jelas kelihatan bagi orang lain.

Untuk itu, roh kesombongan, kebencian dan saling menjatuhkan hendaknya diwaspadai. Relasi yang mempersatukan begitu penting dalam kehidupan manusia tetapi begitu mahal dalam prakteknya. Kita bisa bersatu tetapi sekaligus memuat kecemasan bahwa perpecahan itu bisa saja terjadi. Kita mendambakan relasi yang mempersatukan, tetapi bukan tanpa usaha keras kalau mau mewujud nyatakan. Untuk membangun relasi yang mempersatukan, hendaknya saling menerima, menghargai, mendengarkan, percaya satu sama lain sebagai saudara yang dicintai Tuhan. Kita menjadi milik Yesus, kita bersatu denganNya. Kita mohon persatuan dan bukan peleburan.

Sumber : Berjalan bersama Sang sabda

Renungan 23 Mei 2012-Yesus dalam Injil hari ini memohon kepada Bapa-Nya agar Bapa memelihara semua pengikut-Nya supaya bebas dari segala kejahatan. Yesus berdoa: ”Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari yang jahat” (Yoh. 17:15b). Yesus amat mencintai para murid-Nya sebab mereka telah menjadi sahabat karib-Nya. Kejahatan adalah racun kehidupan. Yesus rindu agar para murid ini dipelihara, dijaga dan dilindungi Bapa-Nya agar bebas dari segala racun kehidupan itu. Yesus juga rindu agar kelak mereka dapat bersatu kembali dalam kerajaan-Nya yang kekal.

Rabu, 23 Mei 2012
Pekan PASKAH VII (P); Novena Pentakosta 6
St. Desiderius; St. Yohanes Baptista Di Rossi;
Sta. Yohana Antide Thouret; Sta. Eufrosina

 

Kis 20:28-38,
Mzm 68:29-30,33-35a,35b-36c,
Yoh 17:11b-19
Bacaan Injil : Yoh. 17:11b–19

”Ya Bapa yang kudus, peliharalah me­reka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan ke­pa­da-Ku, supaya mereka menjadi satu sama se­per­ti Kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. Aku telah memberikan firman-Mu ke­pada mereka dan dunia membenci me­re­ka, karena mereka bukan dari dunia, sama se­perti Aku bukan dari dunia. Aku tidak me­minta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi me­reka dari pada yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenar­an; firman-Mu adalah kebenaran. Sama se­perti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran.”

Renungan
Kalau anak-anak hendak bepergian atau ditinggalkan di rumah, pada umumnya orang tua menasihati mereka agar berwaspada dan menjaga diri dalam doa dan menaati perintah Allah, supaya mereka tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang merusak jiwa raga. Setiap orang tua yang mencintai anak-anaknya pasti tahu bahwa bersikap waspada dan menjaga diri melalui dua kebajikan itu adalah benteng kehidupan yang perlu bertumbuh dan berkembang dalam diri mereka.
Rasul Paulus tahu apa yang akan dihadapi jemaat di Efesus jika dia berangkat merasul ke wilayah lain. Ketika hendak meninggalkan Efesus, dia menasihati jemaat baru itu agar bersikap waspada. Berwaspada dalam doa dan taat pada sabda Allah adalah benteng yang kokoh melawan godaan.
Yesus dalam Injil hari ini memohon kepada Bapa-Nya agar Bapa memelihara semua pengikut-Nya supaya bebas dari segala kejahatan. Yesus berdoa: ”Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari yang jahat” (Yoh. 17:15b). Yesus amat mencintai para murid-Nya sebab mereka telah menjadi sahabat karib-Nya. Kejahatan adalah racun kehidupan. Yesus rindu agar para murid ini dipelihara, dijaga dan dilindungi Bapa-Nya agar bebas dari segala racun kehidupan itu. Yesus juga rindu agar kelak mereka dapat bersatu kembali dalam kerajaan-Nya yang kekal.
Semoga setiap kita memiliki kesadaran untuk selalu bersikap waspada dan menjaga diri dalam doa dan ketaatan terhadap sabda Allah. Inilah perlengkapan senjata Allah yang terampuh untuk melawan semua godaan di dunia ini.
Ya Tuhan, lindungilah aku dari segala pencobaan dan bebaskan aku dari yang jahat. Amin.

Sumber : Ziarah batin 2012

Renungan harian 22 Mei 2012-Dalam dunia ini, kita semua tak luput dari berbagai cobaan dan derita yang menimpa. Tanpa bantuan Allah tak mungkin kita bisa bertahan. Hidup kita amat rapuh. Kita membutuhkan doa satu sama lain. Jika kita memiliki semangat saling mendoakan maka betapa bahagianya kita. Doa untuk sesama, baik dalam keluarga, kelompok, maupun dalam Ekaristi adalah wujud kasih yang amat berharga

Selasa, 22 Mei 2012
Pekan PASKAH VII (P); Novena Pentakosta 5
Sta. Rita dr Cascia; Sta. Rosa (na); Sta. Renate;
St. Yohanes Baptista Makado; St. Yoakima de Vedruna

Kis 20:17-27,
Mzm 68:10-11,20-21,
Yoh 17:1-11a
Bacaan Injil : Yoh. 17:1–11a

Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia me­nengadah ke langit dan berkata: ”Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau. Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada. Aku telah menyatakan nama-Mu kepada se­mua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu. Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu.”

Renungan
Umumnya kita senang kalau ada orang yang mendoakan kita, karena dengan itu kita tahu bahwa mereka mencintai, mendukung, menolong, memberi perhatiannya kepada kita. Kita juga percaya bahwa doa mendatangkan banyak berkat dalam hidup harian manusia. Kita lebih senang lagi jika yang mendoakan kita adalah mereka yang diurapi secara khusus untuk tugas pelayanan itu, misalnya: Paus, Uskup, para imam.
Yesus amat sayang kepada para murid-Nya, sebab mereka telah hidup bersama-Nya, berjalan dari desa ke desa dan dari kota ke kota; mereka telah melihat semua pekerjaan-Nya, mendengarkan khotbah-khotbah-Nya. Murid-murid itu telah menjadi sahabat-sahabat setia-Nya, menjadi bagian dari diri dan karya-Nya, karena itu sebelum kepergian-Nya kepada Bapa, Yesus mendoakan mereka secara khusus. Yesus meminta perlindungan, berkat, kekuatan, dan berbagai rahmat yang mereka perlukan dalam melanjutkan pekerjaan-Nya.
Dalam dunia ini, kita semua tak luput dari berbagai cobaan dan derita yang menimpa. Tanpa bantuan Allah tak mungkin kita bisa bertahan. Hidup kita amat rapuh. Kita membutuhkan doa satu sama lain. Jika kita memiliki semangat saling mendoakan maka betapa bahagianya kita. Doa untuk sesama, baik dalam keluarga, kelompok, maupun dalam Ekaristi adalah wujud kasih yang amat berharga. Mari kita saling mendoakan!
Ya Allah, berilah aku semangat untuk saling mendoakan sebagaimana Yesus telah mendoakan para murid-Nya. Amin.

Sumber : Ziarah batin 2012

Renungan harian 21 Mei 2012-Menjadi murid Yesus bukan berarti kita bebas dari segala bentuk masalah dan penderitaan.banyak orang bertahan dalam situasi itu karena percaya akan Yesus dan janji-Nya: ”… kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (Yoh. 16:33b). Kuasa Roh Kudus menyertai, menguatkan, menyembuhkan, dan menghibur mereka semua sehingga mereka teguh berdiri dalam iman kepada Tuhan

Senin, 21 Mei 2012
Pekan PASKAH VII (P) ; Novena Pentakosta 4
St. Eugenius de Mazenod, Usk.; St. Godrikus;
St. Herman Yoseph; St. Kristoforus dr Magallanes Jara

 

 

Kis. 19:1-8;
Mzm. 68:2-3,4-5ac,6-7ab;
Yoh. 16:29-33
Bacaan Injil : Yoh. 16:29–33

Kata murid-murid-Nya: ”Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan. Seka­rang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah.” Jawab Yesus kepada mereka: ”Percayakah kamu sekarang? Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Renungan
Dalam banyak peristiwa, tatkala kita mengalami benturan-benturan persoalan, yang tak terselesaikan dalam hidup ini, kita merasa putus asa dan berkata: ”Di manakah Tuhan? Mengapa Dia meninggalkan aku?” Atau ”Tuhan tidak adil, mengapa aku harus terus menderita?” Bahkan ada yang sampai murtad, menolak Tuhan.
Menjadi murid Yesus bukan berarti kita bebas dari segala bentuk masalah dan penderitaan. Kita semua tidak pernah luput dari persoalan dan akibatnya. Yesus, pada saat-saat akhir, mengingatkan para murid-Nya dengan berkata: ”Dalam dunia kamu menderita penganiayaan” (Yoh. 16:33a). Perkataan ini sungguh benar, karena dalam kenyataannya kita dianiaya, bukan saja oleh sesama manusia, tetapi juga oleh berbagai persoalan lain yang menimpa dunia ini, yaitu: kelaparan, kemiskinan, bencana, ketidakadilan, dst.
Semua orang tak mungkin bisa terhindar dari keadaan seperti itu. Para Rasul, murid-murid lain, orang-orang kudus, pengikut-pengikut Yesus sepanjang sejarah, semuanya mengalami hal yang sama. Tetapi, banyak orang bertahan dalam situasi itu karena percaya akan Yesus dan janji-Nya: ”… kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (Yoh. 16:33b). Kuasa Roh Kudus menyertai, menguatkan, menyembuhkan, dan menghibur mereka semua sehingga mereka teguh berdiri dalam iman kepada Tuhan.
Marilah pada hari-hari menjelang Pentakosta ini, kita sama-sama berdoa kepada Allah Roh Kudus agar kita diberi iman penuh pengharapan untuk percaya bahwa Yesus telah mengalahkan dunia ini dan akan selalu mendampingi kita dengan kuasa Roh-Nya.
Utuslah Roh Kudus-Mu, ya Tuhan, dan bantulah aku agar senantiasa tinggal pada-Mu dan selalu percaya pada janji-Mu. Amin.

Sumber : Ziarah batin 2012

Renungan Minggu 20 Mei 2012-Allah begitu mencintai kita manusia, Ia mengampuni dosa kita dan menebus hidup kita, yaitu dengan mencurahkan hidup ilahi-Nya yang abadi kedalam hidup duniawi kita.

Dengan kebangkitan-Nya, Kristus menyatakan kebenaran hidup sejati.

 

Menggenapi jumlah rasul-rasul agar tetap duabelas merupakan lambang bahwa dalam menerima dan melaksanakan perintah cinta kasih Kristus haruslah sepenuh dan sebulat mungkin (Bacaan pertama, Kis.1:15-17, 20a, 20c-26). Seperti halnya Allah mencintai kita seutuh-Nya dengan mengutus Putera Tunggal-Nya menebus hidup kita dan mengutus Roh Kudus untuk membimbing kita, kita pun harus mencintai Allah secara bulat dengan mencintai sesama (Bacaan kedua, 1Yoh.4:11-16). Sebab Allah telah mengangkat kita menjadi anak-anak-Nya dalam Kristus, agar kita menyerupai Kristus yang bukan dari dunia, karena dikuduskan dalam Kristus dan diutus meneruskan karya penyelamatan-Nya (Bacaan Injil, Yoh.17:11b-19).

 

Sebagai ciptaan Allah, manusia adalah milik Allah seutuh-utuhnya. Sebagai pribadi yang harus mewujudkan diri menjadi gambar Allah seutuhnya,  itu berarti mengembalikan milik Allah seutuhnya pula. Tetapi dosa mencemarkan diri kita dan kemanusiaan kita, yaitu menghilangkan benih keabadian hidup, sehingga kita tidak akan mampu mengembalikan milik Allah itu seutuhnya. Namun Allah begitu mencintai kita manusia, Ia mengampuni dosa kita dan menebus hidup kita, yaitu dengan mencurahkan hidup ilahi-Nya yang abadi kedalam hidup duniawi kita.

 

Pesan yang disampaikan perayaan Ekaristi Minggu Paska ke-7 ini mengingatkan kita, bahwa Kristus adalah kebenaran itu sendiri. Sebab Kristus adalah benar-benar Allah dan benar-benar Manusia.

Sebagai Manusia Kristus adalah gambar Allah yang sejati. Apa pun yang dilakukan Manusia Yesus menggambarkan Allah, mewahyukan Allah. Kristus adalah Sang Sabda yang menjadi Manusia. Kristus adalah Sang Wahyu.

Oleh karena itu bila kita mau menjadi manusia yang benar, kita harus menjadi seperti Kristus (bdk. Yoh.19:5). Tetapi kepada Pontius Pilatus Ia menyatakan, bahwa kerajaan-Nya bukan dari dunia dan Ia datang ke dunia untuk memberi kesaksian tentang kebenaran. Maka kepada Allah Bapa Kristus mendoakan kita: “Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran, firman-Mu adalah kebenaran”.

Kita akan dikuduskan dalam persekutuan dengan Kristus, Sang Kebenaran. Hidup kita akan benar-benar membangun diri kita sebagai manusia, bila hidup kita disatukan dengan hidup Kristus. Oleh karena itu persekutuan hidup kita dengan Kristus benar-benar merupakan azas dasar segala-galanya bagi kita manusia (bdk. Mt.21:42).

Rasul Yohanes, yang melihat bahwa Allah adalah Cinta Kasih, juga melihat bahwa persekutuan hidup kita dengan hidup Allah itu juga nyata dalam cinta kasih. Mengimani Yesus sebagai Putera Allah adalah sama dengan menerima Yesus sebagai tanda cinta kasih Allah kepada manusia. “Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya”.

Roh Kudus adalah Cinta Kasih yang sempurna yang sama dengan Allah dan berdiri sebagai Pribadi ‘yang ketiga’. Kita bukan hanya mendapat bagian dalam hidup Kristus, tetapi juga dalam Cinta Kasih Allah, yaitu Roh Kudus. Inilah persekutuan yang menyeluruh, yang sebulat-bulatnya dan seutuh-utuhnya.

Meskipun sebagai manusia yang masih hidup di dunia ini, persekutuan hidup dengan Kristus yang bulat dan utuh itu haruslah tampak pula dalam kehidupan kita yang nyata ini, yaitu dalam saling mengasihi dengan sesama, terutama dengan sesama yang sama-sama lahir dari Allah, yang bagi para rasul diungkapkanya dengan sesama rasul. Dan hal ini dilambangkan dengan digenapi jumlah duabelas rasul yang dipilih Kristus sendiri. Sebab sebagai gambar Allah, manusia adalah gambar Allah Tritunggal, yang berwujud sebagai pribadi sosial. “…..jika Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi”. Inilah artinya hidup dalam kebenaran.

 

Sadarkah kita, bahwa dalam membangun manusia baru dalam kebangkitan-Nya Kristus mengasihi manusia sebulat dan seutuh-utuhnya?   

 

St. Sutopanitro, Pr

Renungan harian 20 Mei 2012 -Hari Komunikasi Sedunia

Minggu, 20 Mei 2012
Pekan PASKAH VII (P); Novena Pentakosta 3
Hari Komunikasi Sedunia
St. Eugenius dr Mazenod; St. Ivo;
St. Bernardinus dr Siena

 

 

Kis 1:15-17,20a,20c-26,
Mzm 103:1-2,11-12,19-20ab,
1Yoh 4:11-16,
Yoh 17:11b-19
Bacaan II : 1Yoh. 4:11–16

”Ya Bapa yang kudus, peliharalah me­reka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan ke­pa­da-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan ke­pada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci me­re­ka, karena mereka bukan dari dunia, sama se­perti Aku bukan dari dunia. Aku tidak me­minta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari du­nia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran.”

Renungan
Setiap kali kita merayakan Hari Komunikasi Sedunia, Pimpinan Gereja Sejagat selalu mengajak kita untuk memanfaatkan media komunikasi semaksimal mungkin untuk bersaksi tentang Tuhan dan firman kebenaran-Nya. Lewat media-media komunikasi ini kita diminta untuk menjalin persahabatan, persaudaraan, kasih dan damai guna membangun dunia menjadi tempat yang mencintai persaudaraan, kasih, dan kerja sama.
Doa Yesus kepada Bapa di Surga dalam Injil hari ini, tidak lain daripada bentuk kerinduan-Nya yang besar agar semua pengikut-Nya hidup dalam persatuan yang utuh satu sama lain, sebagaimana Dia dengan Bapa satu adanya. Hanya dalam semangat persatuan, segala bentuk kehidupan bersama, mulai dari hidup rumah tangga sampai dengan hidup berbangsa dan bernegara, dapat dibangun menjadi tempat yang nyaman dan sejahtera bagi semua.
Pesan Hari Komunikasi Sedunia bagi kita saat ini: Hendaklah kita ”tiada henti mewartakan kasih dan damai Tuhan”, yang telah menyelamatkan kita secara lahir dan batin! Kasih dan damai menjadi alat komunikasi di antara kita. Kasih dan damai yang sama menjadi bahasa media komunikasi kita. Seperti ada tertulis dalam Injil Yohanes: ”Jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi” (1Yoh. 4:11), karena untuk itulah kita dipanggil dan diutus ke tengah dunia ini.
Ya Tuhan, berilah aku kebijaksanaan dan ketekunan untuk membangun persatuan dan peliharalah aku dalam damai-Mu yang sejati. Amin.

Sumber : ziarah Batin 2012

Berita Minggu 20 Mei 2012

Misa syukur peringatan HUT perkawinan

Seksi Kerasulan Keluarga mengundang pasutri dan keluarga yang merayakan HUT perkawinan di bulan Mei untuk hadir pada Misa syukur peringatan HUT perkawinan pada hari Rabu, Tgl. 23 Mei 2012,                   Pkl. 19.30 Wib, di Stasi St. Andreas KTG dan dilanjutkan acara ramah tamah. Mohon hadir 15 menit sebelumnya. Pengumuman ini sebagai pengganti undangan.

Adorasi Liturgi

Seksi Liturgi mengundang umat untuk mengikuti Adorasi Liturgi pada hari Jum’at, Tgl. 25 Mei 2012 dari Pkl. 08.00 s/d 13.00 Wib di Rg. Adorasi Gereja

.

Devosi Kerahiman Ilahi dan Doa Koronka

Akan diadakan pada;

Hari/Tgl       : Jum’at/Tgl. 25 Mei 2012

Waktu         : Pkl. 14.30 Wib

Tempat       : Gereja St. Yakobus

Mohon partisipasi umat. (Harap membawa Rosario)

 

 

Misa arwah

Untuk bulan Mei, Tgl. 25 Mei 2012 DITIADAKAN, dikarenakan ada Novena Roh Kudus.

 

Tugas kerja bakti

Info Seksi Lingkungan Hidup: Wilayah Philipus merupakan Wilayah yang mendapat tugas kerja bakti pada hari Sabtu, Tgl. 26 Mei 2012, Pkl.07.00 s/d 09.00 di Stasi St. Andreas KTG. Panitia pendamping:             Bp. Bendictus Dalyono, Ph: 0878 7691 4212.

Pameran Liturgi Tgl.26-27 Mei 2012, Tema “Menghayati Ekaristi dalam Kehidupan Nyata(dari Altar menuju Pasar)”

Info Sie. Liturgi: Pameran Liturgi Tgl.26-27 Mei 2012, Tema “Menghayati Ekaristi dalam Kehidupan Nyata(dari Altar menuju Pasar)” diadakan          di Rg. Benedictus & Gregorius, Lt.3 Gdg. Pastoral, hari Sabtu, Pkl. 16.00-21.00, Minggu, Pkl.08.00-13.30 & 16.00-21.00. Bazar buku dan devosi diadakan di halaman Gereja. 

Sarasehan dan pelatihan dengan tema “Hati adalah Kunci Relasi Kita dengan Tuhan”

Seksi Liturgi dan Komunitas Meditasi Ancilla Domini mengundang segenap umat Paroki untuk menghadiri sarasehan dan pelatihan dengan tema “Hati adalah Kunci Relasi Kita dengan Tuhan”, pada:

Hari/Tgl       : Sabtu/26 Mei 2012

Waktu         : Pkl. 08.30 s/d 12.30

Tempat       : Aula Gdg. Pastoral, Lt. 4

Sarasehan dan Pelatihan  akan dibawakan oleh Rm. Thomas Hidya Tjaya, S.J., Ph.D. (Dosen Filsafat di STF Driyarkara, Jakarta). Kontribusi            Rp 20.000,- (snack, lunch, doorprize) dapat diambil di Sekretariat            Gereja St.Yakobus. More info:Flavia, Ph: 0816 1429 853; Alice Budiana,                 Ph: 021 3277 4343.

kursus “10 cara Sederhana Merenungkan Sabda Tuhan”

Seksi Kerasulan Kitab Suci mengadakan kursus “10 cara Sederhana Merenungkan Sabda Tuhan” oleh Bp. Stefan Leks pada:

Tgl. : 18 Juni-23Juli 2012(6x pertemuan) setiap hari Senin

Waktu         : Pkl. 19.15-21.15 Wib

Tempat       : Lt.4 Gdg. Pastoral

Biaya          : Rp. 100.000,-

Bagi para pemandu lingkungan, GRATIS. Tempat terbatas (max.100 org). Info & Pendaftaran: Lucy. A, Ph: 0819 701 442; Agus. S, Ph: 0811 998 989; Johan. G, Ph: 0811 150 910, Herry. W, Ph: 0816 972 923

 

“Teen Youth Camp part 2” Bina Iman Remaja (BIR) St. Yakobus

Info Seksi Bina Iman Remaja: Orang tua dan adik-adik yang terkasih, liburan sekolah belum punya acara dan bingung mau ke mana? Ikutan yuk “Teen Youth Camp part 2” Bina Iman Remaja (BIR) St. Yakobus dengan tema “Kami Lestarikan Alam-Mu”. Acara diadakan Tgl. 29, 30 Juni & 1 Juli 2012 di Taman Wisata Alam Gunung Pancar, Hutan Pinus -Sentul. Peserta Kelas 4 SD s/d 3 SMP. Biaya Rp. 350rb/anak.                  Ada kegiatan outbond & flying fox, mencari jejak, api unggun, dll..                                            Dijamin acaranya seru & menarik. Don’t miss  it!
Contact person: Ditha, Ph: 0812 8115 216, Irene, Ph: 0857 1700 3727.

 

 “Rejoice in Eucharist – Menumbuhkan Iman dalam Sportivitas”.

Dalam rangka Yakobus Cup bidang lomba jasmani  akan menyelenggarakan lomba Futsal, Basket Putra dan Basket Putri dengan persyaratan sebagai berikut:

Kategori usia 10-15 thn, 16-19 thn dan 20-28 thn

Diperbolehkan dari 1 wilayah atau gabungan 2 wilayah

Lomba akan diadakan mulai Tgl. 14 Juli 2012 di sekolah St. Yakobus

Pendaftaran terakhir Tgl. 28 Juni 2012 (tempat terbatas)

More info: (basket), Ph: 087878836904; (futsal),                      Ph: 081908300132

Pendaftaran baru Penerimaan Sakramen Krisma 2012

Info Sie. Katekese: Telah dibuka pendaftaran baru Penerimaan Sakramen Krisma 2012 bersama Bapa Uskup Mgr. Ign. Suharyo pada hari Sabtu,       Tgl. 17 November 2012. Syarat: sudah dibaptis secara Katolik, usia            13 tahun/Kls 1 SMP. Pelaksanaan pembelajaran diadakan 8 kali pertemuan, dimulai Tgl. 26 Agustus – 14 Oktober 2012 di Lt.3, Gdg. Pastoral. Pendaftaran dapat dilakukan di Sekretariat Gereja.

Waktu & Tempat

Keterangan

Tgl. 06 Mei – 05 Agustus 2012 Pendaftaran Pelajaran Krisma
Tgl. 12 Agustus 2012, Pkl. 12.00 di Aula Lt 4 Pengarahan dari Pastor Paroki
Tgl. 26 Agustus – 14 Oktober 2012 Pelajaran Krisma (8 kali pertemuan)
Tgl. 21 Oktober 2012 Rekoleksi Krisma
Tgl. 05 – 7 November 2012, Pkl. 16.30 Penerimaan Sakramen Tobat       (Wajib) di Gereja
Tgl. 09 November 2012, Pkl. 18.00 di Gereja Gladi bersih (Wajib)
Tgl. 17 November 2012, Pkl 17.30 di Gereja Penerimaan Krisma

PDKK

PDKK (pagi) Selasa, Pkl. 10.00 Aula Stasi St. Andreas-KTG pertemuan               Tgl. 22 Mei 2012. Renungan dibawakan oleh Pauline Rosita, Tema” Iman dan Kepekaan”.

PDKK (malam) Kamis, Pkl. 19.00 Aula Stasi St. Andreas KTG Tgl. 24 Mei 2012. Renungan dibawakan oleh Agus Suherman

 

Perduki Chapter Utara I

mengadakan pertemuan pada hari Senin,                             Tgl. 21 Mei 2012, Pkl.19.30 di Gdg. Marina Lt.1. Tema: “Hidup yang Mengoyakkan Imanku” (Yoh.16:29-33). Renungan dibawakan oleh Bram Wongkar.

Doa dengan Nyanyian dari Taize

Akan diadakan pada hari Rabu,             Tgl. 23 Mei 2012, Pkl. 19.30 Wib di Rg. Adorasi Gereja. “Mari berdoa dalam nyanyian dan bernyanyi dalam doa”.

“Week End 14 Anthiokia”

Anthiokhia Gading akan mengadakan “Week End 14 Anthiokia” pada Tgl. 02-05 Juli 2012 di Wisma Puspanita, Sukabumi. Syarat:  usia 14-19 thn, sudah dibaptis. More info: Ph: 0877 8873 3050, Ph: 0818 0815 0872.

Adorasi Sakramen Maha Kudus

diadakan setiap hari Senin, minggu ke-2 dalam bulan, Pkl. 19.30 di Rg. Adorasi Gereja.

Gathering Pasutri Marriage Encounter  

Marriage Encounter akan mengadakan “Gathering Pasutri ME” pada hari Sabtu, Tgl.09 Juni 2012 di Kebun Raya Bogor, Pkl. 06.30. Berangkat bersama dengan menggunakan kendaraan masing-masing dari Gereja (parkir samping Gereja). Biaya Rp.50.000,-/org. Hub: Ph: 0816 110 0343;, Ph: 0815 9945 053; 9919 0019. Ph: 0812 9536 688 atau masukkan data diri ke kotak 42. Pendaftaran ditutup Tgl. 03 Juni 2012.       “We Love U, We Need U”

workshop “Logical Live Partner Acquisition”

KKMK Mengundang teman-teman profesional muda untuk mengikuti workshop “Logical Live Partner Acquisition” dalam SMART CORNER pada hari Senin, Tgl. 04 Juni 2012, Pkl. 19.15 di Rg. Agnes, Gdg. Pastoral          Lt.2, bersama Bpk. Ronald Tedjasasmita. So….jangan lewatkan kesempatan ini. Info lebih lanjut hub: Ph: 9191 3147, 8383 8030 , 0856 97080 377.

 

Meditasi Katolik Ancilla Domini

Mengundang setiap hati yang merindukan Tuhan dalam pertemuan Jam Suci, Doa & Meditasi dihadapan Sakremen Maha Kudus, pada:

Hari/Tgl       : Kamis, Tgl. 24 Mei 2012

Waktu         : Pkl.10.00 Wib

Tempat       : Rg. Adorasi Gereja.

 

 

 

Penggalangan Dana

dengan pembagian amplop untuk UPP (Unit Pelayanan Pastoral) Samadi Klender akan didakan pada Tgl. 26-27 Mei 2012. Mohon partisipasi umat.

Penerimaan berkas untuk dimuat di berita Minggu

Dalam rangka kegiatan karyawan Gereja St. Yakobus Tahun 2012, maka seluruh berkas untuk dimuat di berita minggu Tgl. 26-27 Mei 2012, paling lambat kami terima pada hari Minggu, Tgl. 20 Mei 2012.

Renungan harian 19 Mei 2012-”Aku berkata kepadamu: Sesungguh­nya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu”

Sabtu, 19 Mei 2012
Pekan PASKAH VI (P); Novena Pentakosta 2
St. Petrus Selestinus, Paus; St. Dunstan; St. Krispinus dr Viterbo;
B. Clemens dr Osimo dan Agustinus Tarano

 

Kis 18:23-28,
Mzm 47:2-3,8-9,10,
Yoh 16:23b-28
Bacaan Injil : Yoh. 16:23b–28

”Aku berkata kepadamu: Sesungguh­nya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. Semuanya ini Kukatakan kepadamu de­ngan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu.Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah. Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.”

Renungan
Dalam Gereja kita dikenal dua macam doa, yakni doa vokal dan doa hening. Doa vokal adalah doa dengan membaca dari buku-buku atau doa yang didaraskan dengan suara yang jelas. Doa hening adalah doa yang didaraskan dalam batin. Doa hening, doa batin, ini biasanya singkat, terdiri dari satu kalimat pendek bahkan cuma satu dua kata. Salah satu doa hening yang amat populer dewasa ini adalah doa nama, yang biasa disebut: doa nama Yesus atau doa Yesus. Menurut kesaksian, banyak orang yang sering melakukan doa hening, doa nama Yesus, memiliki buah-buah istimewa dalam hidupnya.
”Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu” (Yoh. 16:23b-24). Doa hening dengan menyebut nama Yesus, sesungguhnya termasuk dalam salah satu bentuk meminta kepada Bapa dalam nama Yesus. Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat. Yesus bertindak sebagai pengantara kita dalam doa-doa kepada Allah Bapa. Bila kita berdoa hanya dengan menyebut nama-Nya saja, di dalamnya sudah tercakup tindakan-Nya untuk menjadi pengantara bagi intensi-intensi yang kita sebutkan sebelum mulai berdoa. Nama Yesus adalah nama yang menyelamatkan. Yesus, Mesias, adalah Sang Juru Selamat.
Menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat inti pewartaan para Rasul dalam Gereja Perdana. Semua orang yang percaya kepada-Nya dan dibaptis akan diselamatkan. Bila kita menerima Yesus dan berdoa dalam nama-Nya, kita akan memperoleh rahmat yang lebih besar dari sekadar keselamatan umum, yaitu mengalami kasih dan sukacita yang penuh, hubungan yang mesra dengan Tuhan, baik di dunia ini maupun di akhirat nanti.
Ya Tuhan, tambahkanlah imanku agar aku selamat dan memiliki sukacita yang penuh dalam nama-Mu. Amin.

Sumber : Ziarah batin 2012

Renungan harian 18 Mei 2012- Sebelum kenaikan-Nya ke Surga Yesus sudah mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa mereka akan mengalami banyak penderitaan karena nama-Nya. Namun, mereka tak perlu khawatir sebab semua itu akan dirasakan seperti seorang ibu yang sakit bersalin; Sakit itu akan dirasakan sebagai sukacita bila anaknya sudah lahir

Jumat, 18 Mei 2012
Pekan PASKAH VI (P); Novena Pentakosta 1
B. Willem Toulouse; St. Yohanes I, Paus;
St. Venantius; St. Feliks dr Cantalice;

Kis. 18:9-18;
Mzm. 47:2-3,4-5,6-7;
Yoh. 16:20-23a
Bacaan Injil : Yoh. 16:20–23a

”Aku berkata kepadamu: Sesung­guh­nya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan ber­gembira; kamu akan berdukacita, teta­pi dukacitamu akan berubah menjadi suka­­cita. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia mela­hir­kan anaknya, ia tidak ingat lagi akan pende­ritaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku.”

Renungan

Pak Boni tinggal di sebuah wilayah yang cukup fanatik. Sebagai minoritas dalam wilayah tersebut keluarga mereka selalu hidup dalam ketakutan karena terkadang ada saja orang-orang yang memusuhi mereka tanpa alasan. Rumahnya sering dilempari batu dan juga diancam untuk dibakar. Suatu saat ia mengikuti sebuah retret bagi awam yang diadakan oleh parokinya. Setelah retret itu imannya diteguhkan, ia mengajak keluarganya untuk tekun dalam doa dan mengikuti Ekaristi harian. Setiap hari mereka berdoa, mensyukuri semua keadaan itu dan memohon pengampunan bagi orang-orang yang memusuhi mereka. Selain itu, mereka tetap bersikap ramah dan bergaul dengan tanpa takut-takut. Sikap dan doa keluarga ini membuat orang-orang itu menjadi baik dan tidak mengganggu lagi.
Paulus dalam pewartaannya di Korintus mengalami ancaman dari mereka yang memusuhinya. Suatu saat hatinya diteguhkan pesan Tuhan melalui suatu penglihatan: ”Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini.” (Kis. 18:9-10). Oleh pesan ini Paulus tetap tinggal di situ dan mewartakan sabda Tuhan tanpa takut.
Sebelum kenaikan-Nya ke Surga Yesus sudah mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa mereka akan mengalami banyak penderitaan karena nama-Nya. Namun, mereka tak perlu khawatir sebab semua itu akan dirasakan seperti seorang ibu yang sakit bersalin, — sakit itu akan dirasakan sebagai sukacita bila anaknya sudah lahir. Itu berarti, pewartaan yang melahirkan anak-anak Tuhan, meskipun berat, penuh tantangan dan derita, akan terasa sebagai sukacita bila hasil pewartaan itu menambah jumlah orang yang diselamatkan dan menjadi pengikut-pengikut Yesus Kristus. Orang-orang yang menghayati firman ini tentu akan merasa bersukacita ke mana saja mereka diutus untuk mewartakan sabda Tuhan.
Jangan takut untuk mewartakan sabda Tuhan di manapun kita berada, sebab Tuhan selalu menyertai kita yang percaya dengan kuasa-Nya yang teguh.
Ya Tuhan, ajarilah aku untuk setia kepada-Mu dalam suka-duka menghayati firman-Mu dalam hidupku. Amin.

Sumber : Ziarah batin 2012

Renungan harian 17 Mei 2012- Hari raya kenaikan Tuhan

 

Kamis, 17 Mei 2012
HARI RAYA KENAIKAN TUHAN (P)
St. Paskalis Baylon

 

Kis 1:1-11,
Mzm 47:2-3,6-7,8-9,
Ef 1:17-23 atau Ef 4:1-13 (Ef 4:1-7,11-13),
Mrk 16:15-20
Bacaan Injil : Mrk. 16:15–20

Lalu Ia berkata kepada mereka: ”Pergi­lah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil ke­pada segala makhluk. Siapa yang per­caya dan dibaptis akan diselamatkan, teta­pi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”
Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Renungan

Orang bilang: ”Setiap perpisahan yang tidak disertai dengan pesan-pesan penting, perpisahan itu menjadi amat menyakitkan, tetapi setiap perpisahan yang disertai dengan pesan-pesan, meskipun tidak penting, perpisahan itu menjadi kenangan yang tak terlupakan.”
Pesan Yesus dalam perpisahan dengan para murid sebelum kenaikan-Nya ke surga seperti yang ditulis Kisah Para Rasul dan Injil Markus hari ini, semuanya termasuk pesan-pesan penting. Momen perpisahan dengan Yesus ini bukan lagi merupakan peristiwa yang menyakitkan, tetapi menjadi kenangan indah yang tak terlupakan, karena Dia pergi untuk datang kembali pada akhir zaman dan akan senantiasa menyertai kita dengan janji pertolongan Roh Kudus. Selain pesan-Nya yang berbentuk Sabda atau ucapan dari mulut Yesus seperti tertulis dalam Injil, peristiwa kenaikan-Nya ke Surga juga memuat pesan yang luar biasa bahwa setelah hidup manusia berakhir di dunia ini, akan ada tempat kediaman baru yang mulia dan abadi di Surga. Surga benar-benar nyata! Kita menyaksikan hari ini Yesus naik ke Surga dengan tubuh yang dimuliakan. Ia sungguh Allah yang ajaib dan perkasa, penguasa alam semesta, yang hidup dan bertakhta dalam kemuliaan-Nya dari tempat yang tinggi. Berbahagialah kita yang percaya kepada-Nya.
Jika kita percaya akan pesan-pesan penting ini, dan mau menerima janji-janji-Nya dalam hidup ini, Allah akan bekerja dan menyertai kita dengan berbagai mukjizat-Nya yang biasa maupun luar biasa.
Ya Tuhan, syukur atas kenaikan-Mu ke Surga, bantulah aku untuk menghayati dan mengharapkan terwujudnya pesan-pesan-Mu dalam hidupku. Amin.

Sumber : Ziarah batin 2012

Renungan harian 16 Mei 2012-Ada banyak peristiwa dalam dunia ini yang membuat umat manusia sering merasa seperti tertimpa beban berat, namun bila Roh Kudus selalu diandalkan, Roh itu akan memimpin umat-Nya kepada kebenaran, memberi harapan akan masa datang, dan berkobar hatinya untuk selalu memuliakan nama Tuhan.

Rabu, 16 Mei 2012
Pekan PASKAH VI (P)
St. Ubaldus; St. Yohanes Nepomuk; St. Simon Stock;
St. Andreas Bobola; Sta Gemma Galgani

 

 

Kis 17:15,22-18:1,
Mzm 148:1-2,11-12ab,12c-14a,14bcd,
Yoh 16:12-15
Bacaan Injil : Yoh. 16:12–15

”Masih banyak hal yang harus Ku­katakan kepadamu, tetapi seka­rang kamu belum dapat me­nang­gungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.”

Renungan
Paulus, sejak pertobatannya, dengan setia dan berani mewartakan kabar gembira tentang Yesus Kristus. Sejak awal perutusannya ia mengkhususkan diri menginjili bangsa-bangsa asing. Di hadapan Areopagus di Athena tanpa gentar dan takut ia memberi kesaksian mengenai karya Allah sebagai Pencipta dan juga tentang kebangkitan Yesus Kristus. Meskipun ia ditolak di sana, namun beberapa orang mulai percaya dan bergabung dengan dia.
Karya pewartaan Injil ataupun karya-karya baik lainnya tidak pernah berjalan tanpa hambatan. Tetapi yang pasti di balik hambatan itu selalu ada rahmat Allah yang tersembunyi dan yang terus menerus bekerja menghantar orang kepada keselamatan. Rahmat Allah tak pernah tinggal diam untuk membangun Kerajaan Allah di tengah dunia ini, karena Roh Kudus selalu menyertai orang-orang yang bekerja untuk Tuhan.
Yesus sendiri telah menyatakan pekerjaan Roh Kudus kepada para murid-Nya, yaitu akan memimpin mereka kepada seluruh kebenaran, memberitakan hal-hal yang akan datang, dan memuliakan Allah. Melalui pekerjaan Roh Kudus ini Yesus Kristus tetap menyertai para murid-Nya, agar mereka sanggup memperbaiki hidup manusia dari kesalahan kepada kebenaran, membangun harapan untuk masa depan dan juga sanggup memuliakan Allah dalam hidup setiap hari.
Ada banyak peristiwa dalam dunia ini yang membuat umat manusia sering merasa seperti tertimpa beban berat, namun bila Roh Kudus selalu diandalkan, Roh itu akan memimpin umat-Nya kepada kebenaran, memberi harapan akan masa datang, dan berkobar hatinya untuk selalu memuliakan nama Tuhan.
Ya Tuhan, syukur atas Roh Kebenaran, yang Engkau curahkan atas diriku. Ajarilah aku untuk selalu mengandalkan Dia dalam karyaku setiap hari. Amin.

Sumber : ziarah Batin 2012

Renungan harian 15 Mei 2012-Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman

Selasa, 15 Mei 2012
Pekan PASKAH VI (P)

St. Maria Dominika Mazzarello, Prw.; St. Isidor (us);
St. Pakomius; Sta. Dymphna; Sta. Bertha dan St. Rupertus

 

Kis 16:22-34,
Mzm 138:1-2a,2bc-3,7c-8,
Yoh 16:5-11
Bacaan Injil : Yoh. 16:5–11

tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorangpun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi?

Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita.

Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;

akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;

akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;

akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.

Renungan
Dalam suatu acara perpisahan dengan para siswa, sang kepala sekolah memberikan sambutan; adalah lebih baik kalian semua pergi dari sekolah ini. Karena jika tidak pergi, berarti kalian tidak lulus dari proses pendidikan di sekolah ini. Kemudian ada yang berkomentar, “Mengapa kami diusir dari sekolah ini? Padahal kami justru merasa begitu berat hati meninggalkan sekolah tercinta ini. Di tempat ini kami mendapatkan kasih sayang dari para guru serta teman-teman semuanya. Kami justru sedih dan tak mau berpisah dengan orang-orang yang kami cintai di sekolah ini.”

Perpishan Yesus dengan para muridNya juga diliputi kesedihan dan keharuan semacam itu. Para murid tidak mau berpisah dengan Yesus merupakan pengalaman membahagiakan. Dalam situasi seperti itu, pastilah kita tidak ingin dipisahkan. Meski demikian, perpisahan itu perlu juga untuk proses pendewasaan selanjutnya.

Jika para murid Yesus hanya bergantung pada Nya, niscaya mereka tidak akan berkembang menjadi anggota Gereja yang tangguh dan militan. Juga seorang anak kalau terus bergantung pada orang tua atau gurunya, ia tidak akan menjadi mandiri dan dewasa. Tantangan dan kesedihan karena perpisahan harus dihadapi dengan tabah, sebab itu semua akan mengubah situasi baru yang lebih baik. Yang suka jalan di tempat dan hanya mempertahankan kenyamanan sesaat, niscaya tidak akan menjadi kuat mentalnya.

Sumber : Berjalan bersama sang Sabda 2012

 

Renungan harian 14 mei 2012-Iman, cinta dan persahabatan dengan Yesus Kristus mengikat seorang rasul untuk menjalankan tugasnya sampai akhir. Ia tak pernah takut terhadap apa pun yang terjadi karena percaya Yesus tak akan pernah meninggalkannya. Komitmen seperti ini telah menjadi kekuatan dan harapan baginya untuk bersaksi ke mana pun diutus.

Senin, 14 Mei 2012
Pekan PASKAH VI
Pesta St. Matias, Rasul (M)
St. Mikhael Garicoits

Kis 1:15-17,20-26,
Mzm 113:1-2,3-4,5-6,7-8,
Yoh 15:9-17
Bacaan Injil : Yoh. 15:9–17

”Seperti Bapa telah mengasihi Aku, de­mi­kianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jika­lau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”

Renungan
Kisah Para RasulKis 1:15-17,20-26,  menceritakan tentang proses pemilihan Matias sebagai Rasul sepeninggalan Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus. Meskipun pemilihan itu tampak amat sederhana, yaitu hanya dengan membuang undi, namun dalam doa yang mendahului pengundian itu mereka yakin penuh akan campur tangan Tuhan sendiri dalam memilih rasul-Nya.
Tugas seorang rasul tidak lain daripada melanjutkan karya keselamatan Yesus Kristus melalui kesaksiannya akan Sabda, Karya dan Kebangkitan Yesus Kristus. Tugas ini tampaknya ringan, namun penuh tantangan dan pengorbanan salib sebab tidak semua orang dengan mudah menerima kesaksian bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat. Tantangan itu bahkan akan terjadi hingga akhir zaman.
Iman, cinta dan persahabatan dengan Yesus Kristus mengikat seorang rasul untuk menjalankan tugasnya sampai akhir. Ia tak pernah takut terhadap apa pun yang terjadi karena percaya Yesus tak akan pernah meninggalkannya. Komitmen seperti ini telah menjadi kekuatan dan harapan baginya untuk bersaksi ke mana pun diutus. Cinta kasih Kristus mengobarkan semangatnya. Walau sebagai manusia lemah seorang rasul juga sadar ia tidak memiliki apa-apa untuk menjalankan tugas ini, namun ia percaya bawa Tuhan yang memilih, Tuhan akan memperlengkapi dia dengan segala daya dan kuasa dari surga. Tuhan turut bekerja dan menyertai dia selamanya, seperti janji Yesus sendiri: “Apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.”
Ya Tuhan, seperti para Rasul-Mu, semoga aku pun sanggup memberi diri dengan sepenuh hati dalam melanjutkan karya-Mu yang suci. Amin.

Sumber : Ziarah batin 2012