Senin, 6 Februari 2012
Pekan Biasa V (H)
Pw St. Paulus Miki, Imdkk Mrt. (M) St. Dorothea dan Theophilus
1Raj 8:1-7,9-13,
Mzm 132:6-7,8-10,
Mrk 6:53-56
Bacaan Injil : Mrk. 6:53–56
Setibanya di seberang Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ. Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus. Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada. Ke mana pun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.
Renungan
kehadiran Kristus menyingkirkan segala sesuatu yang lain menjadi perhatian orang-orang. Ketika Kristus hadir, ia membawa warta sukacita dan damai, memberi peneguhan kepada yang lemah dan kesembuhan bagi yang sakit. Rasa damai, peneguhan dan kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia sehingga dengan tenang ia dapat melakukan pekerjaan-pekerjaannya, menghasilkan sesuatu untuk hidup seluruh keluarganya, penidikan anak, menolong sesama dan sebagainya. Pendek kata, ketika Kristus ada, Dia lah pusat hidup manusia.
Tantangan bagi kita saat ini adalah bagaimana menunjukkan wajah Kristus yang agung itu kepada manusia masa kini. Kristus juga tetap hadir, membawa damai, peneguhan dan kesembuhan. Namun bedanya ialah Kristus tidak lagi hadir secra fisik tetapi melalui diri kita. Sehingga pertanyaan itu diperlebar, yakni apa yang dapat kita lakukan, sehingga orang yang bertentangan dengan kita mengalami rasa damai, peneguhan dan kegairahan untuk hidup sesuai dengan kehendak Kristus. Disinilah pelayanan cinta berperanan.
Sumber : Berjalan bersama sang sabda 2012


